oleh

Pemprov Pastikan Lomba Mancing Halmahera Tahun Depan Lebih Baik

Event WIFT di laut perairan Kepulauan Widi, resmi berakhir Sabtu, 28 Oktober 2017. Lomba memancing yang dibuka oleh Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan pada 25 Oktober itu resmi ditutup Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Minggu malam.

Dalam lomba itu, tim Mancing Mania Manado berhasil mendapatkan Piala Presiden RI dan bonus hadiah sebesar Rp 100 juta. Gubernur Abdul Gani Kasuba menyerahkan langsung Piala Presiden RI dalam acara penutupan di Pelabuhan Babang, Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan.

MM Manado keluar sebagai juara WIFT 2017 setelah mengumpulkan 221.35 poin. Pada hari pertama lomba, tim ini mendapatkan Billfish atau ikan berparuh yang dikenal sebagai ikan petarung.

Tim Harvest menyusul di posisi kedua dengan 210 poin dan berhak membawa hadiah tunai Rp 50 juta.

BACA JUGA

Musik Togal dan Cakalele Sambut Kedatangan Menko Luhut di Bacan

Derita Peserta Mancing Internasional Halmahera

12 Negara Ikut Lomba Memancing Halmahera

Sementara, pada posisi ketiga disusul oleh Bluefin yang berhasil mengumpulkan 100 poin, AS Fishing 21,95 poin, dan ZFC Bali 21,95 poin. Ketiga tim ini masing-masing mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 30 juta, Rp 25 juta dan Rp 15 Juta. Kategori juara harian diraih oleh Harvest di hari pertama dan Bluefin di hari kedua. Keduanya mendapat bonus uang sebesar Rp 10 juta.

Tim Harvest juga memenangkan kategori bergengsi, yakni Billfish dengan mengumpulkan 200 poin dan mendapat hadiah uang sebesar Rp 50 juta.

Kategori lomba lainnya yakni spesies tuna yang dimenangkan Tim Lamail FC dengan 11,94 poin. Tim AS Fishing berhasil memenangkan kategori spesies tenggiri dengan 11,45 poin. Sedangkan, kategori spesies Lemadang tidak ada pemenangnya.

Selain menjadi juara umum, tim MM Manado juga memenangkan kategori spesies Kuwe dengan 21,35 poin. Pada kategori spesies Kurisi dan Kakap, tim Bahtera Sultra Mancing yang keluar sebagai pemenangnya dengan 17,30 poin. Juara kategori Spesies lainnya diraih oleh tim Kendari Fishing Adventure.

Hasan Iqbal terpilih sebagai kapten terbaik. Nakoda tim MM Manado itu berhak membawa pulang hadiah uang sebesar Rp 10 juta. Dari catatan hasil tangkapan para peserta, totalnya sebanyak 24 ikan yang berada di atas 10 kilogram. Ikan Giant Travelly terbanyak dengan jumlah 13 ekor dan berat berkisar 10-18 kilogram. Juga ikan jenis Bilfish sebanyak empat ekor yang didapat kemudian dilepaskan.

Pengamat International Game Fishing Association atau IGFA, Simpson mengapresiasi pemprov Maluku Utara yang menggelar lomba mancing internasional di sebuah pulau terpencil dengan jarak yang tidak mudah dijangkau banyak orang. Meski begitu, sambung dia, masih banyak masalah yang perlu dibenahi. Menurut dia, lomba memancing terbesar di Indonesia itu sukses dilaksanakan.

”Apa yang dilakukan pemerintah di sini sungguh luar biasa. Membawa orang ke pulau terpencil sungguh langkah yang patut diacungi jempol,” kata dia.

“Sebagai sebuah langkah awal, WIFT 2017 patut diapresiasi meski terdapat satu dua hal yang perlu dibenahi. Seperti masalah akomodasi, listrik dan toilet yang perlu ditingkatkan lagi kualitasnya. Sehingga masih ada ruang untuk berkembang menjadi lebih baik lagi,” sambung dia. ”Tahun depan pasti bisa lebih baik lagi.”

Pemilik majalah mancing internasional Blue Water itu juga berkomentar soal potensi ikan di laut perairan Kepulauan Widi. Meski banyak peserta WIFT 2017 yang kesulitan mendapatkan ikan, ia menilai hal itu bukan berarti minimnya potensi laut setempat. Itu karena peserta mancing belum menguasai medan di Widi.

”Seperti saya yang dengan mudah mancing dan mendapat banyak jenis ikan di Australia, itu karena sudah paham wilayahnya,” kata lelaki asal Australia itu.

Pengamat IGFA saat memberikan apresiasi

Gubernur Abdul Gani Kasuba mengaku senang karena pelaksanaan WIFT 2017 meski banyak kendala namun kegiatan berjalan aman dan lancar.

Banyak pemancing manca negara yang ikut tampil pada lomba berhadiah total Rp 400 juta itu. ”Sehingga sekarang dunia sudah mengetahui Widi. Tadi Widi tidak ada yang mengenal, tetapi sekarang sudah mengenal Widi,” ujar Gani.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Malut Buyung Radjiloen berharap WIFT 2017 menjadi jalan bagi Maluku Utara mewujudkan mimpinya menjadi destinasi wisata mancing dunia dan lumbung ikan nasional.

Dia berharap para peserta dapat mengabarkan keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Kepulauan Widi.

Source: Republika

Editor: Redaksi

Bagikan Kabar Anda

Komentar