oleh

Penampakan Gerhana Matahari Cincin di Ternate Maluku Utara

Puncak Gerhana Matahari Cincin di Maluku Utara tak terlihat jelas di Ternate. Pengamatan yang dilakukan Minggu sore, pukul 16.29 WIT terdapat awan tebal saat matahari, bulan, dan bumi mulai sejajar dalam satu bidang garis yang menyebabkan gerhana tersebut terjadi.

Pemantauan kieraha.com di lokasi Gedung Pengamatan Hilal Afetaduma, Ternate, puncak gerhana matahari cincin yang diprediksi pada pukul 17.34 itu tak terlihat jelas akibat hujan.

Fenomena alam langka itu baru dapat terlihat jelas sekitar pukul 17.52 hingga 18.20 WIT.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Ternate Kustoro Hariyatmoko yang ditemui kieraha.com di lokasi pemantauan membenarkan, puncak gerhana matahari tak terlihat karena hujan.

“Hingga pukul 17.48 WIT baru mataharinya muncul, itu pun masih sedikit yang terlihat karena tertutup awan, dan puncak magnitudonya sampai 40 persen,” jelasnya.

Penampakan GMC di Ternate
Foto penampakan GMC di Ternate. (Kieraha.com)

Kustoro mengemukakan, penampakan gerhana matahari cincin atau GMC yang muncul di langit bagian Timur wilayah ini hanya terlihat sebagian dan tidak utuh menyerupai cincin.

Ia menambahkan, fenomena GMC sebagian ini tidak memiliki dampak terhadap makhluk hidup di muka Bumi. Fenomena ini hanya terjadi karena bulan, matahari, dan bumi sejajar.

“Ini fenomena langka yang biasa terjadi. Untuk gerhana matahari ini dalam satu tahun bisa terulang hingga tiga kali. Untuk GMC di sini hanya terlihat sebagian,” sambung Kustoro.

Kustoro menambahkan, Gerhana Matahari Cincin atau GMC yang terlihat sebagian pada 21 Juni 2020 ini dapat disaksikan dari seluruh wilayah 10 kabupaten kota di Maluku Utara.

“Hanya saja BMKG melakukan pemantauan di lokasi Gedung Pengamatan Hilal di Ternate. Namun untuk gerhana ini dapat dilihat di seluruh wilayah Maluku Utara,” tambahnya.

BAGIKAN