oleh

Penderita Jantung Bocor di Bacan Halmahera Butuh Bantuan

Suara rintihan rasa sakit Djalil, membuat hati pedih dan prihatin. Selain tubuhnya yang bengkak dan membiru, ia hanya terlentang di tempat tidur. Sesekali, air matanya terlihat mengumpul di pelupuk mata, disertai suara rintihan rasa sakit yang dialami.

“Untuk makan dan minum juga susah,” kata M Said Soamole, kakak Djalil saat disambangi KIERAHA.com bersama rombongan Kapolres Halmahera Selatan AKBP Irfan Prasetiyo Marpaung di rumah kediaman orangtuanya, Rabu sore.

Nasib malang yang menimpah M Djalil Soamole, pria 20 tahun asal Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, itu sudah lima tahun. Ia divonis menderita jantung bocor dan harus membutuhkan biaya berobat yang besar.

“(Hingga saat ini), adik saya (M Djalil Soamole) sudah 3 kali masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, serta 2 kali dirawat di ruang ICU RSUD Labuha,” kata M Said Soamole, begitu melanjutkan cerita tentang adiknya yang sedang sakit.

BACA JUGA

Penampakan Jembatan Tembal Bacan yang Telan APBD Rp 15 Miliar

Mama-Mama di Bacan Nyaris Adu Jotos Karena Kades

Said menceritakan, bahwa adiknya itu diketahui menderita jantung bocor saat diperiksa dokter RSUD Labuha, Bacan. Kala itu Djalil masih berada di bangku Kelas 3 SMA, pada 2003 lalu, ia sudah mulai mengeluhkan dadanya yang sakit.

“Dokter RSUD Labuha menyarankan agar Djalil menjalani operasi, tetapi operasi tersebut harus dilakukan di Jakarta. Karena membutuhkan biaya yang besar, sehingga saran dokter (setempat) belum dilakukan hingga sekarang,” kata Said.

Said mengakui, pihaknya sudah berupaya keras mengobati penyakit Djalil, namun kondisinya tak kunjung sembuh. Bahkan, kata Said, akhir-akhir ini Djalil mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya.

Pihak keluarga saat ini sangat berharap adanya bantuan dari para dermawan untuk penyembuhan penyakit jebolan santri Alkahirat Labuha Bacan tersebut.

Author: Ifha Thia

Editor: Redaksi

BAGIKAN

Komentar