oleh

Peringati HUT Provinsi Maluku Utara ke21 Tanpa Wakil Gubernur

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku Utara ke21 di Sofifi berlangsung tanpa kehadiran Wakil Gubernur M Al Yasin Ali. Perayaan puncak HUT yang digelar di lapangan depan kantor gubernur, Jalan Raya Lintas Halmahera ini hanya dihadiri Gubernur Malut beserta Forkopimda dan Kepala SKPD di lingkungan Provinsi Malut, Senin 12 Oktober.

Ketidakhadiran wakil gubernur dalam puncak perayaan HUT Provinsi ini mendapat sorotan dari Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia atau DPD KNPI Malut.

Ketua DPD KNPI Irman Saleh menyampaikan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran wakil gubernur dalam puncak perayaan HUT Provinsi ke21 yang berlangsung di Sofifi tersebut.

Ketidakhadiran Wakil Gubernur Malut itu, kata Irman masih ada kaitan dengan hubungan antara gubernur dan wagub yang terlihat di beberapa agenda tidak lagi harmonis.

“Ini bukan kita menuding, tapi ini bisa dilihat dan puncaknya mungkin berkaitan dengan pelantikan pejabat di kediaman gubernur di Ternate yang sempat ditahan wakil gubernur waktu itu,” ucap Irman, kepada wartawan, usai upacara HUT Provinsi, di Sofifi, Senin siang.

Menurutnya, ketidakharmonisan hubungan antara gubernur dan wakil gubernur ini harus diselesaikan agar tidak sampai berdampak kepada program kerja dan pelayanan.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Malut, Syamsuddin Abdul Kadir mengaku, tidak mengetahui pasti alasan ketidakhadiran wakil gubernur dalam upacara HUT Provinsi ini.

“Saya tidak tahu, informasinya kemarin beliau sudah sehat, atau belum saya belum tau pasti,” tuturnya sambil meminta wartawan untuk melakukan konfirmasi ke Humas.

Muliadi Tutupoho, Kepala Biro Protokoler Kerjasama dan Komunikasi Publik, mengatakan ketidakhadiran wakil gubernur dalam upacara HUT Provinsi itu sudah dilakukan koordinasi.

“Awalnya beliau berkenaan hadir, tapi ada agenda check up kesehatan makanya berhalangan,” kata Muliadi.

Mantan Ketua KPU Maluku Utara itu membantah adanya informasi ketidakharmonisan antara gubernur dan wagub. Menurutnya, isu itu tidak benar karena hubungan keduanya baik-baik saja.

Khaira Ir Djailani
Author
Bagikan Kabar Anda