oleh

Polres Ternate Sasar Akun Medsos Penyebar Hoaks

Polres Ternate, Maluku Utara, mulai menyasar sejumlah akun media sosial penyebar hoaks.

Penelusuran ini berkaitan dengan oknum yang mengunggah insiden pengeroyokan di Kelurahan Fitu, Ternate Selatan, Kamis lalu.

Unggahan itu menyebutkan korban dihakimi warga setempat karena kehadirannya diduga hendak melancarkan aksi pencurian anak.

Korban yang dihakimi warga itu saat dalam perjalanan pulang dari Fitu ke rumahnya di Lingkungan Skep, Kelurahan Salahuddin, Ternate Tengah, Kamis dinihari.

“Pelaku (pengunggah informasi hoaks) itu kami masih cari, karena (informasi) itu yang penyebarannya saat kejadian,” kata Kapolres AKBP Azhari Juanda, Jumat (24/1/2020).

Ia mengemukakan, tak hanya pelaku pengunggah informasi hoaks yang diburu, namun akun facebook lainnya yang ikut membagikan atau menyebarkan informasi itu pun akan dipanggil untuk diperiksa.

“Kalau memang ada unsur pidananya, akan kami proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Menyadarkan masyarakat

Kapolres mengemukakan, proses hukum yang akan dilakukan tersebut tujuannya untuk menyadarkan masyarakat.

“Agar jangan sekali-kali menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya. Apalagi sampai meresahkan,” lanjutnya.

Menurut Kapolres, karena isu tentang penculikan anak di Kota Ternate yang viral beberapa pekan terakhir itu semuanya dari informasi hoaks yang diunggah.

“Isu yang menghebohkan dunia maya (beberapa pekan) itu ternyata bohong semua. Tentunya pihak yang menyebarkannya juga dimintai pertanggung jawaban,” katanya.

Ia mengajak kepada warga Ternate yang mendengar informasi penculikan anak, sebaiknya langsung melaporkan ke pihak kepolisian. “Kalau betul, tau kejadiannya, maka laporkan saja, kan lebih cepat. Kenapa mesti disebar-sebarkan ke media sosial, padahal itu belum tentu benar,” tambahnya.

Irawan Lila
Author
Bagikan Kabar Anda