oleh

Proses Belajar Siswa SD dan SMP di Ternate Akan Dilakukan Lewat Tv

Kegiatan belajar mengajar siswa SD dan SMP di wilayah Kota Ternate, Maluku Utara, akan dilakukan lewat televisi. Model belajar ini disiarkan langsung melalui saluran TV Kabel.

Model kegiatan pembelajaran ini sedang dalam persiapan dari dinas pendidikan kota setempat.

Kepala Dinas Pendidikan Ibrahim Muhammad menyatakan, kebijakan yang direncanakan ini demi memastikan proses belajar mengajar siswa tetap berjalan di masa pandemi corona.

“Ini dilakukan karena rencana belajar tatap muka di sekolah masih ditangguhkan hingga ada keputusan dari Gugus Tugas Covid-19 membuka kembali sekolah,” katanya, Senin.

Ibrahim mengatakan pembelajaran lewat chanel atau saluran tv kabel ini, dilakukan sepuluh sesi, mengingat setiap rumah siswa pelajar itu rata-rata hanya memiliki 1 unit televisi.

Alasan menggunakan saluran tv kabel ini, lanjut Ibrahim, karena rata-rata warga masyarakat di kota itu sudah banyak yang menggunakan televisi dari saluran tv kabel di Ternate.

“Jika siswa belum punya televisi bisa gabung di rumah tetangga (yang ada Tv), supaya mudah dikontrol langsung orangtua,” ucap Ibrahim.

Menyangkut 3 kecamatan di Ternate yang hingga kini nol kasus positif Covid-19, kata Ibrahim, berdasarkan hasil koordinasi Dinas Pendidikan dengan Tim Gugus Tugas Kota Ternate, mereka sudah bisa membuka pembelajaran tatap muka di sekolah.

Tiga kecamatan itu adalah Kecamatan Pulau Hiri, Kecamatan Pulau Moti, dan Kecamatan Pulau Batangdua. Pembukaan belajar tatap muka di sekolah wilayah ini dengan tetap berpegang pada protokol kesehatan.

“Karena sesuai surat dari empat Menteri itu untuk daerah zona hijau (nol kasus positif corona) sudah boleh aktifkan pembelajaran tatap muka di sekolah,” kata Ibrahim.

“Sehingga pembelajaran lewat chanel tv kabel ini hanya berlaku untuk wilayah kecamatan yang sudah terkonfirmasi kasus positif (di Pulau Ternate),” sambung Ibrahim.

Penetapan zona atau peta risiko penularan Covid-19 ini untuk Pulau Ternate masuk zona oranye. Dasar ini membuat gugus tugas belum mengaktifkan sekolah di pusat kota tersebut.

Sahrul Jabidi
Author
Bagikan Kabar Anda