Mengenang Masjid Al Aqsa yang Pernah Jadi Kiblat Umat Muslim

  • Bagikan
Masjid El Sahaba di Mesir. (Foto Hairil Hiar/Kieraha.com)

Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad selalu diperingati oleh umat Islam di dunia. Pemerintah Indonesia pun menetapkan peringatan Isra Miraj ini menjadi hari libur nasional pertama pada 20 Oktober 1968 dan berlangsung hingga sekarang.

Pada tahun ini peringatan Isra Miraj berlangsung pada Kamis 11 Maret 2021.

BACA JUGA Cerita Alquran Tua di NTT Menurut Jogugu Kesultanan Ternate

Dikutip dari Liputan6.com yang lansir melalui berbagai sumber, peristiwa Isra Miraj merupakan peristiwa besar yang hingga kini selalu dikenang umat muslim di dunia. Sebelum hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad menunaikan salat menghadap ke Masjid Al Aqsa kemudian berubah menghadap ke Kakbah, Makkah, setelah datangnya perintah salat lima waktu.

Masjid tersebut merupakan bangunan tertua kedua di dunia, setelah Kakbah di Mekkah. Nama Masjid Al Aqsa, secara harfiah berarti terjauh, yang mengacu pada Isra Miraj Nabi Muhammad dari Mekkah. Dalam konteks ini, terjauh berarti terjauh dari Mekkah.

Masjid Al Aqsa dibangun pada 709-715 Masehi oleh Khalifah Abdul Malik dari Dinasti Umayyah. Masjid ini didedikasikan untuk sosok muazin pertama dalam sejarah Islam, Bilal bin Rabah. Ada juga yang berpendapat bahwa Masjid Al Aqsa disebutkan sudah ada sejak zaman Nabi Adam.

Kemudian masjid ini dibangun turun temurun oleh nabi-nabi setelahnya, khususnya nabi yang diutus oleh kaum Bani Israil, seperti Nabi Yaqub. Kemudian dilanjutkan dengan keturunan berikutnya yakni Nabi Daud. Setelah itu diperbarui oleh putra Nabi Daud yaitu Nabi Sulaiman.

Masjid yang megah ini memiliki sembilan pintu masuk, tujuh di antaranya berada di sisi utara, satu pintu ada di sisi timur dan satu lagi di sisi barat. Masjid ini memiliki 45 pilar, yang terbuat dari batu hitam dan marmer.

Masjid Al Aqsa memiliki ciri khas arsitektur Islam awal. Luasnya 35.000 meter persegi dan lingkungannya yang lebih besar dapat menampung hingga 400.000 jemaah. Awalnya, masjid ini didirikan menggunakan tiang kayu besar yang dibangun dari bahan bekas pakai yang ditemukan di wilayah tersebut dan masjid itu diperlebar untuk menampung para jemaah.

Masjid ini memiliki empat menara dan fasad yang indah. Air mancur wudu utama Masjid Al Aqsa, yang dikenal sebagai al Kas (cangkir), yang digunakan oleh jemaah untuk mencuci tangan dan kaki mereka, terletak di antara Masjid Al Aqsa dan Dome of Rock (Kubah Batu).

Masjid Al Aqsa ini berada di Kota Lama Yerusalem, yang dapat diakses pengunjung dari alun-alun Tembok Barat. Turis harus berpakaian sopan, dan wanita harus menutupi rambutnya. Sepatu tidak diperbolehkan di dalam masjid, melainkan dibiarkan di luar rak atau karpet.

Beda dengan Dome of Rock

Sisi utara Masjid Al Aqsa, Yerusalem (Andrew Shiva/Wikimedia/Liputan6.com)

Jika dari arah Yerusalem dan masuk ke dalam komplek Masjid Al Aqsa kadang kita salah kira tentang sebuah masjid berkubah keemasan yang ada di tengah kompleks itu. Banyak yang mengira itu adalah Masjidil Aqsa.

Padahal, itu adalah bangunan Kubah Shakrah atau juga dikenal dengan sebutan Dome of the Rock. Kesalahpahaman umum yang sering terjadi karena desain yang menarik dengan kubah yang dilapisi emas.

Masjid Al Aqsa sering disalahartikan dengan Dome of Rock atau Kubah Batu, adalah tempat umat Islam beribadah ketika mereka datang ke Temple Mount, yang dianggap sebagai situs tersuci ketiga bagi Islam setelah Mekkah dan Madinah.

Faktanya, Dome of Rock adalah kubah yang signifikansinya berasal dari Batu Fondasi, yang terletak di tengah-tengah yang arsitekturnya menyerupai masjid. Padahal, Masjid Al Aqsa berkubah kebiruan. Masjid Al Aqsa sendiri merupakan nama dari keseluruhan kompleks tersebut, sedangkan Kubah Shakhrah adalah salah satu bangunan yang berdiri di kompleks tersebut, tepatnya berada di bagian tengah kompleks. *

Sumber: Liputan6.com

  • Bagikan