oleh

Penempatan Lampu Jalan 40 Sofifi Maluku Utara Dinilai ‘Boros’

Menyambut Seleksi Tilawatil Quran atau STQ tingkat Nasional pada tahun ini di Sofifi membuat wajah ibu kota provinsi itu perlahan dibenahi. Meski hanya beberapa saja.

Salah satu perubahan yang dirasakan warga masyarakat adalah berjejernya ratusan lampu di sepanjang Jalan 40. Lampu jalan dengan tiang bernuansa kearifan lokal itu seakan memukau setiap orang yang melihatnya. Meski kemudian, keberadaan ratusan lampu jalan ini mendapat banyak sorotan karena dinilai penempatannya terlalu berdekatan. Ini dinilai hanya membuat boros lampu PLN.

BACA JUGA Data Penduduk Miskin di Halmahera Maluku Utara Naik Terus

Sorotan terhadap penempatan lampu Jalan 40 yang dibangun menggunakan alokasi APBD Provinsi Maluku Utara itu disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur M Al Yasin.

“Lampu jalan ini terlalu berdekatan dan memakan biaya yang sangat besar, sehingga kami takutkan jangan sampai kegiatan STQ Nasional nantinya, PLN tidak mampu,” jelas Al Yasin, di Sofifi, Rabu siang, 17 Maret 2021.

Ia kuatir karena pelaksanaan STQ nantinya akan memakan banyak daya aliran listrik PLN.

“Jangan sampai ada penambahan genset (sehingga) itu yang kita tidak mau,” lanjutnya.

BACA JUGA Banyak Sampah Masih Berserakan di Jalan 40 Sofifi Maluku Utara

Pembangunan lampu jalan ini sebelumnya menuai sorotan dari Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara Sahril Taher pada saat rapat paripurna bersama Gubernur Malut.

Sehingga dia mendesak kepada gubernur untuk menyampaikan hal ini kepada Dinas PUPR Malut untuk segera menata kembali lampu jalan ini karena jarak yang berdekatan.

Kieraha.com berusaha menghubungi Kepala Dinas PUPR Malut, Santrani Abusama. Namun upaya konfirmasi lewat telepon terkait penempatan lampu ini belum bersambut. **

Apriyanto Latukau

Bagikan Kabar Anda

# REKOMENDASI