oleh

Ratusan Warga Yomen dan Tawa Halmahera Bermalam di Hutan

Gempabumi bermagnitudo 7,2 mengguncang wilayah Gane Halmahera telah mengakibatkan ratusan rumah di Desa Tawa dan Yomen hancur ratah dengan tanah.

Informasi yang diterima Kieraha.com menyebutkan, sebanyak 245 rumah di dua desa itu rusak parah dan ambruk saat gempa mengguncang daratan setempat.

Iksan Tukang, salah satu warga Desa Tawa yang berhasil dikonfirmasi, menyatakan, saat ini masyarakat di desa setempat memilih bermalam di hutan. Mereka tak lagi kembali ke rumah karena tempat tinggal sudah hancur.

“Sekitar 120 rumah hancur dan rusak. Warga di sini ada ratusan berada di hutan,” kata Iksan, melalui telepon, Senin malam.

Ia menyebutkan, dari 120 rumah, masih tersisa 10 rumah berdiri kokoh. Iksan menyatakan, selain warga yang menginap di hutan juga ada korban luka-luka (ringan dan berat) karena tertimpa reruntuhan bangunan rumah berjumlah 16 orang.

Warga Desa Yomen yang berada di lokasi pengungsian gunung sekolah. (Kieraha.com)

Secara terpisah, Emang, warga Desa Yomen menambahkan, terdapat 125 rumah di desanya saat ini sebagian besar tak bisa ditempati. Rumah dan bangunan di desa setempat rusak dan ambruk saat gempa terjadi.

Emang mengatakan sekitar 600 jiwa lebih warga Desa Yomen yang memilih bermalam di dataran tinggi wilayah gunung setempat.

Ia bersama warga desa lainnya berharap adanya bantuan makanan dan obat-obatan dari pemerintah daerah dan lainnya.

“Tadi sore sudah ada bantuan pengusaha dari Bacan yang memberikan supermi dan air mineral. Tapi untuk pemerintah dan lainnya sampai sekarang belum ada. Kalau boleh (bantuan yang diberikan) itu obat-obatan, terpal, (selimut), makanan, dan tikar,” sambung Emang.

Safrin Samsudin Gafar I Irawan Lila
Author
BAGIKAN