oleh

Saat Pasien Corona di Ternate Mengamuk karena Ingat Anak dan Suami

Salah seorang pasien Covid-19 yang menjalani karantina di ruang isolasi kamar Hotel Sahid diduga mengalami depresi berat. Pasien inisial DL asal Akehuda, Ternate ini mengunci dirinya, memecahkan kaca, dan gelas yang berada di dalam kamar hotel termewah di kota itu.

SS, salah satu pasien yang juga dikarantina di hotel tersebut menceritakan, DL mengamuk karena ingat anak yang masih kecil dan suaminya yang saat ini tak lagi bekerja.

Maitua (ibu) ini depresi sehingga pecahkan kaca yang ada di kamarnya (Ruang Isolasi Hotel Sahid),” katanya, ketika dihubungi wartawan, via telepon, Sabtu malam, 13 Juni.

Menurut SS, dirinya mendengar suara pecahan tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIT.

“Saat itu saya baru selesai melaksanakan Salat Isya, mendengar pecahan kaca tersebut namun saya pikir petugas cleaning service,” ujar SS.

Namun, lanjut SS, berselang beberapa menit terdengar suara orang-orang dari luar kamar.

Saat dirinya membuka pintu dan keluar dari kamar tersebut, ternyata suara tersebut adalah para pasien sekitar kamar DL yang sedang memanggil DL untuk membukakan pintu kamar.

“Maitua ini sejak terkonfirmasi postif itu terus menutup diri di dalam kamar,” sambung SS.

Hingga kejadian tersebut terdengar oleh pasien sekitar yang juga diisolasi di hotel tersebut pun tetap DL mengunci dirinya di dalam kamar tanpa mengizinkan orang lain membesuknya.

Namun akhirnya pintu kamar DL ini bisa dibuka dan selanjutnya DL langsung dipindahkan ke kamar salah satu pasien yang juga masih keluarga DL yang menjalani karantina serupa.

Kieraha.com berusaha mencari tanggapan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara. Namun upaya konfirmasi yang dilakukan melalui telepon belum bersambut. *

Sahrul Jabidi

Bagikan Kabar Anda