oleh

Saku Tuna Maluku Utara Siap Diekspor ke AS

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara Buyung Radjiloen, optimis tahun ini pendapatan asli daerah di sektor perikanan naik melebihi presentasi pendapatan sebelumnya.

Dia mengemukakan, strategi yang dipersiapkan untuk menggenjot PAD setempat melalui empat produk unggulan perikanan. Saku Tuna, Tuna Loin, Udang Vaname dan Ikan Kayu di antaranya.

“Sementara ekspor produk Saku Tuna sendiri sebanyak 16 ton pada 2017 ini rencananya sudah bisa diekspor langsung dari Kabupaten Kepulauan Sula dengan negara tujuan Amerika Serikat,” kata Buyung Radjiloen, kepada KIERAHA.com, melalui via telepon, Selasa (24/1/2017).

Buyung memperkirakan nilai ekspor produk Saku Tuna ini mencapai Rp 3 miliar satu kali pengiriman. Hal ini, kata dia, baik untuk peningkatan ekspor perikanan di provinsi setempat.

Buyung mengatakan, target pencapaian PAD melalui usaha DKP Malut itu dilakukan dengan menggandeng lembaga vertikal. Selain ekspor poduk unggulan, pihaknya juga melakukan penertiban administrasi di pelabuhan-pelabuhan.

“Untuk mencapai itu, DKP Malut bekerjasama dengan Kantor Cabang Bea Cukai dan PT Pelindo Ternate. Bentuk kerjasama ini untuk menertibkan ekspor perikanan,” ucapnya.

Tertib Dokumen

Buyung mengatakan, kerjasama diawali dengan penertiban administrasi di pelabuhan oleh kantor Cabang Bea Cukai Ternate. “Setelah itu bersama-sama dengan PT Pelindo Cabang Ternate menertibkan ekspor hasil perikanan secara langsung dari Malut. Harapan kerjasama ini paling tidak dokumen ekspor harus dikeluarkan dari Malut,” katanya.

Buyung mengemukakan, penataan produk ekspor perikanan Malut ini didorong untuk menjadikan Maluku Utara sebagai lumbung ikan nasional pada 2019 mendatang.

“Karena 3 syarat yang harus kami penuhi untuk mewujudkan Lumbung Ikan Nasional yaitu produk perikanan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Malut, produk perikanan dapat memberikan kontribusi besar bagi daerah, dan produk perikanan dapat didorong untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat perikanan di Malut,” Kepala DKP Malut Buyung Radjiloen memungkasi.

Bagikan Kabar Anda

Komentar