oleh

Seremoni Pesta Rakyat di Ngaralamo Ternate

Pesta Rakyat atau yang populer dikenal dengan nama Festival Legu Gam di lapangan Ngaralamo, Kota Ternate, resmi dihelat, Sabtu (1/4/2017).

Festival tahunan yang dilaksanakan setiap bulan April itu dibuka oleh gubernur Abdul Gani Kasuba. Hadir empat Kesultanan Moloku Kieraha, Walikota Ternate dan unsur Forkopimda.

Abdul Gani Kasuba, Gubernur Maluku Utara, mengatakan sejarah empat Kesultanan di provinsi berjuluk Negeri Kepulauan Rempah itu sudah dikenal luas.

“Sehingga para generasi muda di Moloku Kieraha (Maluku Utara) perlu melestarikan kebudayaan-kebudayaan seperti ini, perlu dijaga supaya tidak punah,” kata Gani, ketika membuka Festival Legu Gam, Sabtu.

Hal senada dikatakan Abdullah Dano Taher, Ketua Festival Legu Gam 2017, bahwa Ternate selain dikembangkan sebagai kota pariwisata juga melestarikan sejarah kejayaannya.

“Karena itu pada kegiatan Festival Legu Gam ini kami menampilkannya dengan tema Expedisi Jalur Rempah di Negeri Para Raja,” kata Abdullah.

Wakil Walikota Ternate itu mengatakan wilayah kerajaan masalalu di Maluku Utara sangat populer dengan kearifan lokalnya yang terlahir dari empat Kesultanan.

“Yaitu Ternate, Tidore, Jailolo dan Bacan. Berbagai peninggalan sejarah termasuk Adat se Atoran sampai sekarang terpelihara dan tetap dipertahankan sebagai bagian dari NKRI,” katanya.

“Sejarah ini telah ada sejak abad ke15 dikenal dengan kekayaan alam seperti cengkih dan pala (di antaranya), yang membuat bangsa lain dari Arab, Tionghoa, Portugis dan Belanda tergiur dan melakukan expedisi jalur rempah di Maluku Utara.”

Dia mengatakan rangkaian Legu Gam sudah sejak 25 Maret 2017. Pesta rakyat itu akan berlangsung sampai 15 April 2017 dengan tujuan mempromosikan kebudayaan dan kejayaan daerah setempat.

Author: Fandi Gani

Editor: Redaksi

Bagikan Kabar Anda

Komentar