oleh

Siap-Siap Pasar Murah di Ternate Dua Minggu Sebelum Puasa

Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, akan menggelar pasar murah jelang dua minggu sebelum memasuki bulan suci Ramadan 1438 Hijriah.

Nuryadin Rahman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate, mengatakan pasar murah yang dilaksanakan sekaligus dengan menggelar operasi pasar.

“Operasi pasar untuk memastikan kalau harga dan stok kebutuhan sembako jelang Ramadan di Ternate tetap aman,” kata Nuryadin, ketika disambangi KIERAHA.com, usai memantau harga sembako bersama Kepala Badan Pengkajian Perdagangan RI, di pasaran Kecamatan Ternate Tengah, Jumat.

BACA JUGA

Harga Daging di Ternate Lebih Murah dari Jawa

Selain itu, Nuryadin mengatakan pihaknya akan melakukan penertiban harga sembako di pasaran wilayah kota berjuluk Bahari Berkesan itu.

“Karena tadi (21/4/2017) ada temuan perbedaan harga sembako yang cukup jauh, makanya kita akan mengkroscek dan membuktikan dari konsumen untuk membandingkan harga antara produsen dan penjualan di pasar. Kalau sampai ada permainan harga yang tidak sesuai ketentuan pemerintah pusat maka kita tertibkan,” katanya.

Untuk saat ini, sambung Nuryadin, pihaknya belum dapat berspekulasi terkait adanya temuan permainan harga sembako di Ternate.

“Sehingga dari hasil pemantauan ini pemkot Ternate akan menindaklanjuti melalui tim TP2PI. Sekaligus mengevaluasi pelaku usaha, baik agen maupun pedagang,” ucapnya.

Pasar Murah dalam Pasar

Pantau sembako di Ternate jelang Ramadan. (KIERAHA.com/Ariyanto)

 

Kasan Mukhri, Kepala Badan Pengkajian Perdagangan RI, meminta pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota di Maluku Utara, apabila dalam menggelar pasar murah jelang Ramadan nanti dapat dilakukan di dalam pasar.

“Ini supaya pasar murah yang dilaksanakan bisa memicu harga rendah, yang biasanya dinaikkan para pelaku usaha maupun pedagang. Karena itu, model pasar murah jangan lagi seperti buka lapak. Yang kita temukan sering dilakukan di luar pasar. Sehingga kedepannya dapat dilakukan di dalam pasar,” ucapnya.

Model tersebut apabila dilaksanakan, kata Kasan, dapat menekan adanya permainan harga yang biasanya dimainkan oleh pedagang setiap Ramadan.

Produsen dan Distributor

Pantau sembako di Ternate jelang Ramadan. (KIERAHA.com/Ariyanto)

 

Antisipasi harga sembako melonjak tinggi pada Ramadan nanti, lanjut Kasan, tanggung jawab tersebut sudah ada komitmen antara produsen dan distributor.

“Misalnya tadi (21/4/2017) saya sudah tanya, kapan minyak goreng kemasan sederhana sampai ke sini, kata mereka (pelaku usaha) limit waktunya 20 hari, ini akan saya cek langsung, apakah dengan limit waktu itu sesuai atau tidak,” katanya.

Kasan mengemukakan upaya mengantisipasi lonjakan harga sembako jelang Ramadan, pihaknya melibatkan langsung fungsi pengawasan pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota. ”Karena kita sudah ada Permendag Nomor: 20/M-Dag/Per/3/2017, tentang pendaftaran pelaku usaha dan distribusi barang kebutuhan pokok.”

“Jadi yang memantau bukan hanya kita di pusat tapi orang daerah juga bisa memantau itu semua,” Kepala Badan Pengkajian Perdagangan RI, Kasan Mukhri memungkasi.

Author: Khaira Ir Djailani

Editor: Redaksi

Bagikan Kabar Anda

Komentar