oleh

Sikap Dingin Rudi Erawan Hadapi 8 DPC

Ketua DPD PDIP Maluku Utara Rudi Erawan menanggapi sikap delapan pengurus DPC kabupaten/kota terhadap dirinya.

Bupati Halmahera Timur ini mengatakan sikap itu merupakan hal biasa dalam setiap organisasi. Dia mengemukakan ini bukan kali pertama, namun sudah berulang kali.

“Suasana seperti ini (jelang Pilgub 2018) kita bisa tahu bersama lah, dalam koridor partai itu wajar-wajar saja. Saya adem-adem saja,” ucap Rudi, ketika disambangi KIERAHA.com, di Masjid Nurul Janna, Wasile Timur, Rabu malam, 14 Juni 2017.

BACA JUGA

Rudy Erawan Terancam Tumbang

Kisruh PDIP Malut Memanas

Menurutnya, sikap kedelapan DPC tersebut disebabkan karena masing-masing berbeda kepentingan dalam menghadapi Pilgub 2018.

“Ini karena masing-masing punya calon, Tidore punya calon, Ternate punya calon, Halmahera Barat dan juga Halmahera Utara punya calon,” ujarnya.

Rudi membantah jika kehadirannya sebagai bakal calon gubernur akan membatasi ruang kandidat lain yang ikut mendaftar di PDIP.

“Hal tersebut tidak benar, karena DPD PDIP Malut memberikan ruang kepada siapa saja untuk mendaftar di PDIP,” katanya.

Tetap Maju

Rudy mengemukakan dirinya sudah bertekad maju calon gubernur, meskipun rekomendasi DPP tidak diberikan kepadanya.

“Mau dapat rekomendasi atau tidak saya tetap maju,” jelasnya.

Rudy menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus DPP PDIP. “Apapun keputusan DPP nanti semua pengurus harus tunduk,” sambungnya.

“Jika masih ada pengurus yang tidak taat dengan keputusan DPP maka akan diberikan sanksi tegas. (Mulai dari PAW) hingga pemecatan.”

Author: Bahzar Harisun

Editor: Redaksi

Bagikan Kabar Anda

Komentar