oleh

SKB dan Asrama Haji Batal Jadi Tempat Karantina Pasien Corona

Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara mulai kewalahan dalam menangani jumlah kasus pasien positif virus corona Covid-19 yang terkonfirmasi terus bertambah setiap hari.

Ketersediaan tempat karantina yang penuh untuk pasien positif ini salah satu kendalanya. Bahkan dua aset milik pemerintah di kota itu yang direncanakan untuk penempatan pasien pun ditolak warga. Dua tempat itu adalah SKB di Sangaji Utara dan Asrama Haji di Ngade.

Sekkot Ternate Jusuf Sunya menyatakan, untuk mengantisipasi adanya peningkatan pasien Covid-19 yang setiap hari terkonfirmasi bertambah tanpa tersedianya tempat karantina, maka pihak pemkot meminta bantuan kepada Pemprov Malut untuk menyewa hotel baru.

“Kita kesulitan dan sudah berulang-ulang meminta kepada gubernur. Juga termasuk dengan kelengkapan alat PCR di RSUD Chasan Boesoirie. Alat itu hanya berkisar Rp 1,7 miliar. Nilai ini seharusnya provinsi bisa mengadakan 1 atau 2 alat tersebut,” kata Jusuf, ketika dikonfirmasi, di lantai tiga Ruang Eksekutif Room Kantor Walikota Ternate, Rabu.

Jusuf mengakui, jika lokasi isolasi pasien positif corona Covid-19 di tempat karantina Hotel Sahid, Vellya dan Hotel Dragon saat ini penuh akibat tidak adanya alat PCR tersebut.

Akibatnya, kata Jusuf, ratusan spesimen pasien positif yang akan di follow up harus dibawa ke Manado dan Makassar. Sementara spesimen milik wilayah itu juga cukup banyak. Sehingga terjadi antrian dengan waktu yang lama menyebabkan lokasi karantina jadi penuh.

Adanya persoalan ini sehingga Jusuf meminta kepada pihak Pemerintah Provinsi Maluku Utara dapat bersinergi dengan kabupaten kota. Supaya penanganan corona berjalan baik.

“Salah satu yang menjadi tawarannya (ke Pemprov Maluku Utara) adalah (menyewa) Hotel Corner (di Kelurahan Stadion, Kompleks Gelora Kieraha, Ternate Tengah),” tutup Jusuf.

Sahrul Jabidi
Author
Bagikan Kabar Anda