Bupati Halmahera Selatan Resmikan Gereja Betlehem Matuting

Avatar photo
Halmahera Selatan
Bupati Bassam Kasuba saat meresmikan Gereja Betlehem Matuting, di Halmahera Selatan, Jumat, 2 Februari 2024. (Abdul Anas Barmawi/kieraha.com)

Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba meresmikan Gereja Betlehem Desa Matuting, Kecamatan Gane Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, Jumat, 2 Januari 2024.

Ketua Panitia Pembangunan Punisumus Kilaong, mengatakan, gereja itu dibangun selama 14 tahun oleh Majelis dan Jemaat.

Punisumus menjelaskan, gereja yang dibangun secara swadaya pada 2011 silam itu, menelan anggaran sekitar Rp1,3 miliar. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pembangunan hingga selesai.

“Kami mengucap syukur karena setelah proses pembangunan selama 14 tahun akhirnya bisa diresmikan hari ini,” tuturnya.

Punisumus memuji sikap bijaksana Bupati Bassam atas kepeduliannya terhadap umat Nasrani yang ada di pesisir Halmahera Selatan

BACA JUGA  Asal Muasal Uang yang Disetor Terdakwa Korupsi ke Gubernur Maluku Utara

“Kepedulian Bapak Bupati menunjukkan hati bijaksana dari Pemerintah Daerah. Bupati sangat luar biasa, perhatian bupati terhadap umat Kristiani di Halmahera Selatan,” katanya.

Bassam Kasuba, Bupati Halmahera Selatan, menyambut baik berdirinya Gereja Betlehem. Ia menyatakan, perjalanan pembangunan tempat peribadatan selama satu dekade lebih itu, menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Desa Matuting.

“Ini momentum penting dan bersejarah bagi masyarakat Desa Matuting, dan juga momentum memperkuat kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Halmahera Selatan,” ujarnya.

BACA JUGA Pemda Halmahera Selatan Anggarkan Dana Rp 8 Miliar untuk Jalan Laiwui

Bassam mengemukakan, Pemkab Halsel terus berkomitmen terhadap kegiatan pembangunan rumah ibadah baik masjid maupun gereja.

BACA JUGA  Disnakertrans Halmahera Selatan Bakal Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi

Ia pun turut memperkenalkan istrinya, Rifa’at Al Sa’adah, yang ikut hadir dalam peresmian gereja tersebut. Dan meminta warga setempat untuk memperkenalkan adat istiadat keluarga kepada istrinya.*