NHM Dukung Ekonomi Lokal Lewat Bantuan Fasilitas Budidaya Ikan di Kao Barat

Avatar photo
Bantuan dari NHM yang telah dimanfaatkan untuk budidaya ikan nila secara modern di Desa Soahukum, Kao Barat, Halmahera Utara/dok NHM/kieraha.com

Kepala Desa Soahukum Remer Hein Sinyiang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Haji Romo Nitiyudo Wachjo, Presiden Direktur PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), atas bantuan enam unit meyco atau bak penampung air yang diberikan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Satu dalam Kasih. Bantuan ini dinilai sangat berarti dalam mendukung pengembangan ekonomi desa melalui sektor perikanan.

Remer menyebutkan, bantuan enam unit meyko tersebut telah dimanfaatkan untuk melakukan budidaya ikan nila secara modern

“Seluruh unit telah dioperasikan dan menunjukkan hasil yang menggembirakan, terutama dalam meningkatkan produktivitas perikanan yang selama ini menjadi salah satu potensi ekonomi masyarakat Desa Soahukum,” kata Remer, di Desa Soahukum, Kao Barat, Halmahera Utara pada 24 November kemarin.

Apresiasi serupa juga disampaikan Remer, mewakili Pemerintah Desa Soahukum kepada manajemen NHM dan Camat Kao Barat, Efroni Tos Hendrik, yang telah memberikan pendampingan dan pengetahuan mengenai teknik perikanan modern, termasuk penggunaan mesin aerator.

Menurut Remer, kolaborasi ini memperluas wawasan masyarakat desa mengenai metode budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa inovasi tersebut membuka peluang besar bagi BUMDes untuk memperkuat kapasitas usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan sumber pendapatan baru. Dengan penggunaan teknologi tepat guna, kata Remer, masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana modernisasi mampu meningkatkan hasil panen ikan nila dan memberikan dampak sosial positif.

Ke depan, Remer berharap kegiatan budidaya ikan nila yang dijalankan BUMDes dapat dikembangkan lebih jauh sebagai pilot project desa. Ia meyakini keberhasilan program ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain yang ingin mengembangkan sektor perikanan sebagai pendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Remer juga berharap semangat kolaboratif ini dapat membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Soahukum, serta mendorong NHM untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi wilayah sekitar tambang.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan Departemen NHM Peduli Muhammad Irwan Malaka menyampaikan, penyaluran tangki bekas operasional NHM, meyco tidak hanya memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat tapi juga salah satu upaya berkelanjutan untuk mengurangi limbah dan pelestarian lingkungan.

“Tangki bekas meyco telah berhasil difungsikan oleh masyarakat untuk pengembangan usaha pertanian dan perikanan. Setiap kelompok yang telah diberikan bantuan meyco akan tetap kami dampingi untuk memastikan keberlanjutan usaha,” tutupnya. *