Warga Desa Garojou memperingati Hari Jadi Desa yang ke 61 tahun pada Sabtu malam kemarin. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Voly, Desa Garojou, Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan ini digelar sebagai bentuk rasa syukur serta penghormatan terhadap sejarah desa.
Sekda Bidang Administrasi Umum Yakub Husain saat mewakili Wali Kota Tidore menyebutkan, peringatan Hari Jadi Garojou selalu dimeriahkan dan diperingati setiap tahun, dengan rankaian kegiatan yang beragam.
Ia mengatakan bahwa Desa Garajou di usianya yang ke 61 tahun ini sudah mengalami banyak perkembangan, meliputi pembangunan yang cukup maju dan bertambahnya jumlah penduduk dari berbagai etnis.
“Ini sehingga harus kita antisipasi dengan penguatan tradisi dan budaya yang berlandaskan agama. Contohnya sosialisasi kepada masyarakat sekitar, di mana perlu kita tanamkan bahwa daerah ini, masih termasuk dalam daerah Kota Tidore Kepulauan, yang masyarakatnya masih sangat menjaga adat dan budaya berlandaskan agama,” ucapnya.
Yakub berharap, kepada segenap masyarakat yang ada di Kecamatan Oba Utara, khususnya di Desa Garajou, untuk saling mengingatkan agar terus menjaga Tidore sesuai dengan adat dan nilai yang telah dijunjung.
“Dalam moment Hari Jadi Desa ini, kami tetap mengharapkan kekompakkan agar rasa persatuan dan kesatuan di Desa Garajou ini senantiasa terjaga dengan baik. Hal ini juga akan membawa pengaruh yang positif bagi arah pembangunan desa, sehingga harapan kita bersama agar Desa Garajou selalu menjadi desa yang makmur dan maju,” sambungnya.
Ketua Panitia Naser Bajang dalam laporannya menyebutkan, Desa Garojou merupakan salah satu desa yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan pembangunan di wilayah Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore.
“Peringatan Hari Jadi Garojou yang ke 61 tahun merupakan wujud rasa syukur atas segala pencapaian yang telah diraih serta sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendiri dan leluhur desa. Kegiatan ini menjadi wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk mempererat silaturahmi, memperkuat identitas lokal, serta mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan desa,” tambahnya.
“Di samping itu, Hari Jadi Garojou juga menjadi momentum untuk mengenang sejarah, menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah kelahiran, serta menampilkan potensi seni, budaya, dan ekonomi lokal,” tutupnya. *







