Filosofi Tim Gerak Jalan Wawali Kota Tidore di HUT RI ke 78

Avatar photo
Tim Gerak Jalan Wakil Walikota Tidore. (kieraha.com)

Semarak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 78 di Kota Tidore Kepulauan kali ini sangat berbeda. Pasalnya, dalam lomba gerak jalan yang digelar oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia itu diikuti langsung oleh Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen.

Dalam lomba gerak jalan, wakil walikota dua periode itu bergabung dengan barisan wartawan liputan Kota Tidore Kepulauan. Tak hanya wakil walikota, sekretaris pribadi beserta ajudannya dengan beberapa pegawai dari Bagian Humas dan Protokoler juga turut bergabung dalam tim ini.

Tim gerak jalan di bawah binaan Muhammad Sinen ini dilepas langsung oleh Wali Kota Tidore Capt H Ali Ibrahim, di Arena Budaya Open Space Kota Tidore, Kamis 10 Agustus 2023.

BACA JUGA  Wali Kota Tidore Berharap BRI Soasio Terus Tingkatkan Kerjasama

Selain pelepasan, Wali Kota dan Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo beserta pejabat eselon II lingkup Pemkot Tidore juga langsung berdiri memberi sambutan ketika tim gerak jalan wakil walikota ini memasuki garis finish di kawasan Pantai Tugulufa.

Wakil Walikota Muhammad Sinen mengatakan, komposisi tim gerak jalan yang diperkuat dirinya itu memang terlihat tidak teratur. Pada umumnya, komposisi tim gerak jalan di bagian depan dihuni oleh orang-orang yang punya tinggi badan cukup dan di bagian belakang ditempati oleh orang yang berukuran pendek. Namun, tim gerak jalan yang diperkuat dirinya ini memiliki komposisi yang berbeda dan tidak menentu yang tinggi harus di depan dan yang pendek di belakang.

BACA JUGA  Wali Kota Tidore Pimpin Apel Gabungan Pasca Lebaran

“Komposisinya di tim kami ini berbeda, karena ada yang tinggi di tengah bahkan di belakang dan yang pendek ada juga di depan, tengah maupun belakang. Ini semua punya filosofi,” kata Wawali.

Wawali yang akrab disapa Ayah Erik itu menjelaskan, filosofi tim gerak jalan ini mencerminkan perjuangan merebut kemerdekaan yang dilakukan oleh para pejuang.

Dalam merebut kemerdekaan, lanjut Ayah Erik, para pejuang yang berperang kala itu tidak ditempatkan berdasarkan ukuran badan, bahwa yang tinggi harus di depan dan yang pendek di belakang.

“Filosofi tim kami ini merefleksikan perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Orang yang tinggi maupun pendek sama-sama berjuang di depan untuk merebut kemerdekaan. Jadi, komposisi tim kami ini punya arti dan makna tersendiri,” jelasnya.

BACA JUGA  Wali Kota Tidore Berharap BRI Soasio Terus Tingkatkan Kerjasama

Ia berharap, di hari kemerdekaan ini, para generasi muda di Kota Tidore Kepulauan dapat mengambil spirit perjuangan para pahlawan-pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

“Di momentum ini, saya harap agar semangat maupun spirit perjuangan dari para pahlawan bangsa bisa diambil oleh generasi-generasi muda di Kota Tidore dalam membangun daerah,” tambahnya. *