Pesan Wawali Muhammad Sinen bagi Warga MUI di Tidore

Avatar photo
Wawali Muhammad Sinen/kieraha.com

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia atau MUI Tidore Kepulauan Masa Khidmat 2023-2027 secara resmi dikukuhkan, Rabu 6 Maret 2024. Kegiatan ini dirangkai sekaligus dengan Rapat Kerja Daerah Pengurus MUI Kota setempat.

Pengukuhan dan Rakerda yang dipusatkan di Aula Pondok Pesantren Harisul Khairat Ome, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, ini disaksikan dan dibuka secara langsung oleh Wakil Walikota Tidore, Muhammad Sinen.

Dalam kesempatan tersebut, wakil walikota dua periode itu mengharapkan, kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi bagi seluruh Pengurus MUI di Kota setempat, ini dalam rangka meningkatkan peran dan fungsinya dalam membimbing dan membina umat Islam di wilayah Tidore.

BACA JUGA  26 Tim Siap Berlaga di Indonesiana Futsal Tournament II

“Peran MUI sangat penting untuk merajut kembali ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta ukhuwah basyariah, agar tercipta kerukunan dan kedamaian di masyarakat, terutama pasca Pileg dan Pilpres yang seringkali terjadi perbedaan pendapat dan friksi di tengah masyarakat,” ujar Sinen.

Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Utara itu mengajak, kepada seluruh Pengurus MUI di Kota Tidore Kepulauan untuk terus menjaga kekompakan dan silahturahmi pasca Pemilu tersebut.

“Mari sama-sama kita berperan aktif dalam menjaga kondusifitas wilayah, agar tercipta suasana yang aman dan damai serta meningkatkan peran MUI dalam membimbing dan membina umat Islam di Tidore, agar menjadi umat yang berakhlak mulia dan teguh dalam memegang syariat Islam,” lanjut Sinen.

BACA JUGA  Wali Kota Tidore Berharap BRI Soasio Terus Tingkatkan Kerjasama

“Beberapa hari lagi kita akan memasuki Bulan Suci Ramadan 1445 Hijriah, mari kita sambut dengan hati yang bersih dan hati yang ikhlas. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan kesehatan lahir batin untuk menapaki bulan mulia ini, sehingga kita dapat menjalani ibadah puasa dengan lancar dan tekun,” sambungnya.

KH Muhammad Saleh Yasin, Ketua Umum MUI Kota Tidore menambahkan, tugas ulama berfungsi sebagai motivator sumber inspirasi sekaligus sebagai pelopor dalam menumbuhkan dinamika di masyarakat. Karena itu, lanjut Saleh, mengingatkan kembali kepada Pengurus MUI, para ulama, dan tokoh agama, agar kembali membuka sejarah para pendahulu bangsa ini, yang mana peran ulama tidak selayaknya menyeret atau melibatkan atribut MUI ke dalam wilayah politik praktis, jika hal itu dilakukan maka bukan hanya mencabik-cabik sesama warga MUI tetapi wibawa organisasi juga hilang pamor.

BACA JUGA  26 Tim Siap Berlaga di Indonesiana Futsal Tournament II

“Peran ulama sebagai Faqih Fi Mashalih Al Khalqi, seharusnya menjadi pendorong, memberikan semangat dan arah bagi dinamika perkembangan politik, ekonomi dan sosial budaya, sehingga ulama akan lebih terhormat manakala tampil sebagai sumber inspirasi dalam menjawab tantangan dan menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan dan keumatan,” tutupnya. *