oleh

Sumberdaya Laut Maluku Utara dalam Keterancaman

Badan dunia USAID SEA bersama 50 perwakilan masyarakat dari provinsi Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat meluncurkan sebuah program ‘pejuang laut’ di Ambon.

Peluncurannya bertepatan dengan peringatan Hari Perikanan Sedunia, Selasa, 21 November 2017. Program ini bertujuan menyatukan komitmen bersama mendukung upaya penyadartahuan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil terkait pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut dan perikanan di wilayah tiga provinsi setempat.

Peluncuran yang digelar di aula Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Ambon, Maluku, itu sekaligus pembekalan pengetahuan dasar tentang kondisi kelautan dan perikanan, serta diperkenalkan teknik komunikasi dan fasilitasi masyarakat.

BACA JUGA

Agar Pantai Maluku Utara Tetap Ramai Penyu

Abrasi Ancam Rumah Warga Pesisir Ternate

Pejuang laut ini diharapkan menjadi wadah bagi para pegiat konservasi laut di ketiga provinsi untuk saling berbagi informasi mengenai ancaman kelestarian sumber daya laut dan perikanan. Termasuk kisah-kisah konservasi yang dilakukan para tokoh.

Pertemuan dari kelompok nelayan, pemuka adat, pemimpin masyarakat pesisir, tokoh pemuda dan perempuan, LSM, pelaku bisnis, akademisi, hingga penyuluh perikanan dan dinas terkait itu, mengambil tema Lestari Lautku Banyak Ikanku.

Program pejuang Laut tersebut sebagai upaya memfasilitasi perubahan perilaku masyarakat pesisir dalam melestarikan sumber daya laut dan perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan atau WPP-715.

“Program ini memberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas SDM dan mendorong partisipasi aktif para pejuang laut di berbagai aspek pengelolaan sumber daya laut termasuk perikanan, terutama melalui implementasi kegiatan proyek USAID SEA,” kata USAID Senior Marine Program Specialist Celly Catharina seperti rilis yang ditulis Kamis, 23 November 2017.

Memperkuat Kearifan Lokal

Celly mengemukakan, program pejuang laut juga menjadi forum memperkuat kearifan lokal di tiga provinsi setempat. Melalui inisiatif pejuang laut ini, masyarakat pesisir diharapkan memahami konservasi dan pengelolaan perikanan yang berdampak pada meningkatkan komitmen mereka dalam mematuhi peruntukkan zonasi di setiap kawasan konservasi laut, sekaligus mengelola akses sumber daya laut dan perikanan secara baik dan bertanggungjawab.

Perawat karang-karang laut Ternate

Dengan demikian, upaya pelestarian laut melalui Kawasan Konservasi Perairan dan pengelolaan perikanan berkelanjutan dapat berjalan sesuai harapan dan memperlihatkan hasil yang baik dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.

Hasil survei mitra kerja USAID SEA seperti Coral Triangle Center (CTC), WWF Indonesia, dan Wildlife Conservation Society (WCS) setahun terakhir mengungkap tingginya praktik-praktik penangkapan ikan yang merusak dan ilegal, kerusakan terumbu karang, penangkapan berbagai spesies yang dilindungi dan terancam punah, serta kerusakan kawasan bakau.

“Peran Pejuang Laut menjadi sangat strategis dalam upaya penyadaran komunitas dan diharapkan ke depannya dengan dukungan Penjuang Laut ini, praktik-praktik tersebut dapat ditekan bahkan turun. Pejuang Laut merupakan tokoh panutan yang diajukan sendiri oleh komunitasnya masing-masing,” ujar dia menjelaskan.

BACA JUGA

Hasil Laut Dikorbankan Demi Reklamasi

Riwayat Matinya Mangrove Ternate

Para pejuang laut nantinya akan bekerja sama dengan para mitra Proyek USAID SEA, seperti CTC, WWF Indonesia, WCS, Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI), Asosiasi Perikanan Pole and Line and Handline Indonesia (AP2HI), dan Rare Indonesia dalam menggiatkan berbagai kegiatan penjangkauan di WPP-715, dan mempromosikan perubahan perilaku yang mampu berkontribusi dalam memulihkan kondisi sumber daya kelautan dan perikanan di wilayah masing-masing.

Coral Triangle Center atau CTC adalah salah satu organisasi penyelenggara acara tersebut. CTC menggarisbawahi pentingnya bukti upaya para pemimpin masyarakat dalam mengelola sumber daya laut dan pesisir yang positif.

“Para pemimpin, utamanya di masyarakat, telah berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian sumber daya laut. Kita perlu mendukung mereka, menguatkan kapasitas dan mengenali sumbangsih mereka guna menginspirasi kita semua dalam memimpin kegiatan perlindungan laut ini,” ujar Rili Djohani, Direktur Eksekutif CTC.

“Kami berharap program ini semakin banyak warga dapat terdorong melakukan aksi nyata dalam menjaga sumber daya laut dan perikanan,” sambung dia.

Mahmud Ici

BAGIKAN

Komentar