oleh

Teka-Teki Spesimen Corona Disimpan Seperti Bikin Es Batu Terjawab Sudah

Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19, di Provinsi Maluku Utara, kembali melakukan peninjauan terhadap pengoperasian mesin PCR atau Polymerase Chain Reaction yang diberikan pemerintah pusat melalui BNPB kepada RSUD Chasan Boesoirie, di Ternate.

Peninjauan pengoperasian PCR ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Gugus Tugas Malut, Syamsuddin Abdul Kadir didampingi Direktur RSUD Syamsul Bahri, Senin 10 Agustus.

Syamsuddin usai peninjauan menyatakan, mesin PCR itu sudah bisa dioperasikan. Dengan beroperasinya PCR bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana tersebut bisa menjawab keluhan masyarakat yang selama ini mempertanyakan lamanya hasil pemeriksaan sampel atau spesimen corona yang selalu dikirim ke luar daerah tersebut.

Menurutnya, mesin PCR yang sudah beroperasi di RSUD itu terdapat dua unit. Satu unit bantuan dari BNPB Pusat dan satu unit pengadaan PCR dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

“Untuk PCR yang dari provinsi itu bisa running 96 sampel dan bantuan dari BNPB running 30 sampel, berarti total semuanya untuk sekali putaran itu sebanyak 126 sampel,” kata dia.

Hasil peninjauan yang dilakukan tersebut, lanjut Samsuddin, untuk saat ini di laboratorium belum ada penumpukan spesimen corona dari pasien positif maupun yang kontak erat.

“Tadi saya cek di kulkas, Alhamdulillah stok sampel sudah kosong, karena kalau stok sampel masih ada maka bukan kita simpan es batu tetapi kita gantung nasib orang,” jelas dia.

Ia mengakui kendala yang dihadapi oleh gugus tugas di Maluku Utara selama penanganan Covid-19 ini adalah masalah spesimen corona yang harus dikirim ke luar Maluku Utara.

“Masalah kita itu, harus kirim jauh dan waktu tunggunya juga lama. Namun dengan adanya pengoperasian PCR ini bisa membantu petugas yang ada di laboratorium untuk bekerja lebih cepat, lebih ringan, serta tidak lagi mendapat penekanan dari luar,” lanjut Syamsuddin.

Khaira Ir Djailani
Author
Bagikan Kabar Anda