oleh

Tentang Laptop Mahasiswa Teknik Unkhair Ternate yang Hilang Dicuri

Rian Limatahu bernafas lega. Mahasiswa Semester III Fakultas Teknik Mesin Universitas Khairun Ternate, Maluku Utara itu sudah bisa menggunakan laptopnya. Laptop miliknya tersebut hilang sejak tiga bulan terakhir.

Laptop milik lelaki 22 tahun itu dikembalikan polisi setelah komplotan pencuri barang elektronik lintas provinsi yang menggasak barang itu ditangkap Tim Resmob Gamalama.

Para tersangka spesialis pencuri barang elektronik itu masing-masing berinisial SJ, SM, MR, dan S. Barang milik mahasiswa itu hilang di kamar kontrakannya, di Kelurahan Gambesi.

Rian ketika dikonfirmasi kieraha.com menyatakan, sempat kecewa karena kehilangan laptop yang biasa dipakai untuk membuat tugas kuliah yang diberikan kampus setempat.

“Sempat putus asa karena yakin laptop ini tidak akan kembali, tapi Alhamdulillah saya bisa ambil lagi setelah 3 bulan hilang,” ucap Rian, di Polres Ternate, Jumat 28 Agustus 2020.

Kronologi Laptop Hilang

Rian menceritakan, laptop miliknya yang hilang digasak komplotan pencuri itu terjadi saat ia masih tertidur. Saat bangun pagi, pintu kamar kos miliknya sudah dalam kondisi terbuka.

“Setelah saya cek ternyata laptop saya dalam kamar sudah tidak ada,” lanjut Rian.

Dari kejadian itu, kemudian Rian membuat laporan kehilangan di kantor polisi. Beberapa bulan kemudian mendapat kabar kalau laptop dengan type dimaksud sudah ditemukan.

“Kabar dari ibu kos itu saat saya sedang pulang ke Sanana di Kepulauan Sula. Ibu kos telepon bilang kalau ada polisi cari katanya laptop saya yang hilang sudah ditemukan,” ujar Rian.

Meski semua program dan dokumen dalam laptop tersebut sudah dihapus, tapi Rian sangat bersyukur karena barang tersebut masih berfungsi dan berguna untuknya selama kuliah.

Kasubag Humas Polres Ternate, Ipda Wahyuddin mengemukakan, penyerahan laptop milik korban kasus pencurian ini dipimpin langsung oleh Kanit Resmob Gamalama.

Wahyuddin menambahkan, selain Rian, ada dua laptop hasil curian yang dikembalikan tim Resmob. Namun kedua korban ini saat dihubungi masih berada di Tobelo dan Taliabu.

“Kalau mereka sudah datang baru akan diserahkan langsung,” tambah Wahyuddin.

Khaira Ir Djailani
Author
Bagikan Kabar Anda