oleh

Terungkap Pemilik Vila dan Resto Mewah di Jikomalamo Ternate

Kapolda Maluku Utara Brigadir Jenderal Polisi Tugas Dwi Apriyanto mengungkap kepemilikan bangunan vila dan resto mewah di atas lahan lokasi wisata pantai Jikomalamo Ternate.

Kepada awak media, kala melakukan press conference, mengatakan kepemilikan vila dan resto di Jikomalamo bukan milik petinggi Polda, tetapi milik kontraktor Adam Marsaoly.

“Kehadiran saya di atas itu karena saya memang suka mancing, suka diving, itu pun di luar tugas, tapi kalau memang sekarang itu maunya saya tidak ke situ maka saya sudah tidak ke situ lagi,” kata Kapolda, di ruang Kantor Kapolda Maluku Utara, di Ternate, Kamis (4/5/2017).

BACA JUGA

Nama Petinggi Polda Muncul di Balik Vila dan Resto Mewah Jikomalamo

Kapolda mengatakan jika dalam permasalahan tersebut ada keterlibatan anggota polisi yang coba main-main maka pihaknya tidak segan-segan evaluasi.

“Saya pertaruhkan pangkat dan jabatan saya, bahkan saya juga tidak akan melacurkan pangkat dan jabatan saya hanya untuk lokasi Jikomalamo semata,” ucapnya.

Pernyataan Kapolda berkaitan dengan wacana kepemilikan bangunan vila dan resto di pantai Jikomalamo yang sebelumnya, Rabu, 3 Mei 2017, salah satu anggota Asosiasi Pengusaha Kayu, kepada wartawan, mengatakan seluruh pengusaha kayu di bumi Moloku Kieraha merasa dirugikan dengan instruksi petinggi Polda Malut melalui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi M Sukur Lila.

“Intruksi itu untuk membebankan pengusaha kayu dalam pembangunan vila di Jikomalamo secara gratis dengan ukuran yang variasi, baik 3 cm dan 5×10 cm sesuai dengan kebutuhan untuk kepentingan Kapolda,” ujarnya.

Menurutnya, instruksi tersebut melalui perintah Kepala Dinas Kehutanan kepada seluruh pengusaha kayu termasuk pelaku penebangan maupun penampung kayu.

“Dan ini diambil secara gratis bahkan ini baru tahap pertama yang terhitung dari April-Juni 2017 dengan waktu 3 bulan wajib stor sebanyak 450 kubik kayu,” katanya.

Dia mengatakan selain keterlibatan Kadishut dalam pembangunan vila tersebut, Kadiknas Provinsi Malut Imran Yakub juga ikut dalam upaya penampungan kayu yang dikirim dari Halmahera menggunakan kapal Fery dikumpulkan di SMKN 2 Ternate untuk disomel atau dibersihkan.

“Di STM (SMKN 2 Kota Ternate) itu atas perintah Kadiknas Imran Yakub, dia juga mengintervensi peralatan sekolah untuk melakukan pembersihan kayu secara gratis, dan jika tidak maka sanksinya mutasi.”

Menurutnya, atas permasalahan itu Asosiasi Pengusaha Kayu sendiri sudah berupaya untuk memberikan saran agar kalau bisa kayu itu dibeli dengan cara dilegalkan menggunakan dokumen.

“Kami dirugikan sangat besar, karena baik pengolah maupun penampung kayu masing-masing dibebankan kurang lebih 10 kubik kayu, dan itu ada di Halmahera Timur, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Halmahera Utara dan Kepulauan Sula,” katanya.

Vila untuk Penginapan Turis

Pernyataan salah satu pengusaha kayu itu, dibantah Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Malut, M Sukur Lila, Kamis (4/5/2017).

Sukur mengatakan pernyataan mengenai dirinya memerintahkan pengusaha kayu memasok kayu 450 kubik secara gratis dalam pembangunan vila dan resto di Jikomalamo tidak benar.

“Itu tidak benar bahkan kayu yang ada itu semuanya memiliki dokumen resmi.”

Menurutnya, pasokan kayu di kota Ternate yang didatangkan dari seluruh Kabupaten/Kota itu sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Sekarang kalau saya pertegas untuk tidak mamasukan kayu ke Ternate lagi pasti akan mengganggu pembangunan di Ternate, makanya semua sesuai dan kalau dibilang ilegal itu tidak benar,” jelasnya.

Adam Marsaoly, kontraktor sekaligus pengusaha ternama di Maluku Utara, membenarkan pembangunan vila dan resto di atas lahan Jikomalamo bukan milik petinggi Polda. Melainkan milik pribadinya.

Adam membantah pernyataan adanya keterlibatan Kadiknas Malut Imran Yakub terkait lokasi bengkel bangunan SMK 2 dijadikan lahan penampungan kayu ilegal.

“Saya ini ketua komite di SMK 2 Ternate, makanya saya yang memasukan kayu itu untuk disomel (bersihkan), dan kayu itu kurang lebih 4 sampai 5 kubik yang saya masukan ke STM.”

“Di lokasi vila yang saya bangun itu untuk dijadikan lokasi penginapan bagi para turis yang datang ke lokasi itu, sebab Jikomalamo memiliki potensi alam yang menarik,” tutupnya.

Author: Khaira Ir Djailani

Editor: Redaksi

BAGIKAN

Komentar