Pentingnya Legenda Tolire dan Mitos Buaya Putih di Ternate Dilestarikan

  • Bagikan
Penampakan lava 1737 di Ternate. (Kieraha.com/Hairil Hiar)

Ternate merupakan sebuah kota pulau kecil, padat penduduk. Ragam suku dari berbagai daerah hidup dan menetap di sini. Ternate juga memiliki banyak cerita rakyat serta tradisi yang masih ditemukan. Salah satu cerita rakyat yang melegenda di Pulau Ternate, Maluku Utara, adalah tentang asal usul terbentuknya Danau Tolire di Kecamatan Ternate Barat.

Legenda dari danau ini, terjadi karena kutukan Tuhan. Sebab dahulunya merupakan sebuah kampung, yang tenggelam bersama penduduknya. Peristiwa kampung tenggelam ini kemudian berubah menjadi danau yang dikenal dengan Tolire Besar dan Tolire Kecil.

BACA JUGA Tentang Makam Suci yang Diyakini Tumbuh Sendiri di Pulau Ternate

“Danau Tolire Besar itu bapaknya. Sedangkan Danau Tolire Kecil adalah anaknya. Ceritanya ini tentang hubungan terlarang antara keduanya. Ini sudah ada sejak dulu, bahwa danau yang dahulunya kampung, ini kemudian hilang dan tenggelam karena hubungan tersebut,” tutur Idhar Anwar, Penjaga Danau Tolire, ketika disambangi kieraha.com, belum lama ini.

Tenggelamnya Tolire akibat ulah penduduk yang membiarkan pemimpin mereka kala itu memiliki hubungan inses antara ayah dengan putri kandungnya. Akibatnya, datang malapetaka. Cerita rakyat ini, lanjut Idhar, menyebabkan Kampung Tolire dikutuk menjadi danau.

Mitos Buaya Putih

Danau Tolire Besar. (Kieraha.com/Hairil Hiar)

Idhar menyebutkan, Danau Tolire Besar juga dikenal sebagai kuburan massal. Sehingga bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke danau ini perlu membersihkan diri lebih dulu.

Menurut Idhar, di lokasi Danau Tolire Besar juga terdapat aroma mistik. Di balik keindahan dari danau ini diyakini ada aura lain yang seketika tampak lalu menghilang secara misterius.

Mahluk misterius yang dimaksudkan ini, lanjut Idhar, salah satunya berwujud buaya putih.

BACA JUGA Generasi Terakhir Perajin Bambu di Ternate

Pengamatan kieraha.com, saat berada di Danau Tolire Besar, tampak jelas kawah Gunung Api Gamalama. Letak danau dengan bibir pantai setempat mencapai sekitar 300 meter. Sementara, wilayah Danau Tolire Kecil berada sekitar 7 meter dari bibir pantai setempat.

Idhar menambahkan, kedalaman Danau Tolire Besar mencapai 45 meter dari permukaan air danau. Luas danau tersebut berdasarkan hitungan GPS mencapai 50.000 meter persegi.

“Untuk kedalaman bagian pinggiran danau antara 7 sampai 8 meter,” sambung Idhar.

Gempa Besar 1775

Danau Tolire Kecil. (Kieraha.com/Hairil Hiar)

Ahli Geologi Maluku Utara, Abdul Kadir Dedy Arif menyebutkan, tenggelamnya Kampung Tolire berawal dari aktivitas vulkanik Gunung Gamalama. Secara geologi, aktivitas gunung api ini memicu gempa tektonik besar yang diperkirakan terjadi pada September 1775.

Gempa ini kemudian memicu erupsi hingga terjadi letusan pada tanggal 7 September 1775.

BACA JUGA Sejarah Bentukan Lava Batu Angus di Pulau Ternate

“Gempa ini yang katanya menenggelamkan Kampung Tolire. Sehingga penduduk maupun bangunan yang ada di kampung ini semuanya terkubur di kawah danau,” lanjut Dedy.

Legenda tentang terbentuknya Danau Tolire merupakan sebuah cerita rakyat. Legenda yang dituturkan secara turun temurun di Kota Ternate ini, tetap dilestarikan karena berdampak positif terhadap warga. Juga sebagai pengingat bahwa hubungan inses itu hukumnya haram. *

==========
Ini merupakan artikel pembaharuan. Pertama kali terbit pada bulan Maret 2018 dengan judul Legenda di Balik Kuburan Masal Danau Tolire Ternate.

  • Bagikan