oleh

Upaya Mencegah Virus Corona Masuk Maluku Utara

Di Maluku Utara saat ini belum ada laporan terkait warga negara asing atau WNA yang masuk ke Indonesia tujuan Provinsi Maluku Utara, terindikasi atau terpapar corona.

Meski begitu, langkah pencegahan penyebaran virus tersebut sudah mulai diberlakukan. Terutama, di pintu masuk dan lokasi tujuan para WNA yang baru tiba di Maluku Utara.

Menurut Gubernur Abdul Gani Kasuba, penyebaran virus corona yang dinilai cukup berbahaya itu, saat ini sudah menjadi perhatian pihak terkait di Provinsi Maluku Utara.

“Untuk pintu masuk yang diawasi pun diperketat, terutama untuk wilayah yang diketahui jadi tempat tujuan warga asing yang datang,” kata Gani, Sabtu malam.

Menurutnya, semua perusahaan yang mempekerjakan para WNA sudah memberlakukan pemeriksaan ketat. Bahkan mereka diawasi sebelum masuk ke dalam perusahaan.

“Jadi warga asing yang datang dari luar (Maluku Utara) itu sudah diperketat. Begitu pun dengan orang dalam negeri, sebelum masuk ke perusahaan harus diperiksa,” katanya.

Gubernur mengaku, sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, terkait penyebaran masuknya penyakit pneumonia berat yang sudah membunuh ribuan orang itu.

Karenanya, lanjut gubernur, kepada masyarakat Maluku Utara untuk tidak terlalu panik dengan isu penyebaran virus corona. “Mari kita lakukan aktivitas seperti biasa. Sama-sama menjaga kesehatan diri dan lingkungan di mana kita berada,” kata gubernur Gani Kasuba.

14 warga asing dalam pengawasan

Sebanyak 14 warga negara asal Vietnam yang masuk ke Provinsi Maluku Utara pada awal Maret lalu, saat ini pun mendapat pengawasan ketat. Oleh Kantor Kesehatan Perwakilan Kelas I Ternate, para WNA ini dikarantina karena diketahui baru tiba di Maluku Utara.

“Mereka berasal dari Vietnam dan masih dalam pengawasan kami,” kata Kepala Kantor Kesehatan, dr Aulianto, di Rumah Dinas Gubernur Malut, Ternate, Sabtu malam.

Pertemuan yang digelar pemprov terkait corona. (Kieraha.com)

Aulianto mengatakan para WNA ini dikarantina karena baru tiba di Indonesia. Mereka transit di bandara di Jakarta dan kemudian terbang ke Halmahera Selatan melalui Manado.

“Mereka sebelumnya dari Jakarta, transit lalu terbang ke Manado, kemudian mereka menuju Halmahera Selatan tujuan Bandara Oesman Sadik di Bacan,” kata Aulianto.

Ia menjelaskan, perjalanan para WNA dari Vietnam ini untuk menuju ke perusahaan tempat mereka bekerja. Pada pintu masuk pertama di Jakarta, kata Aulianto, sudah mendapat pemeriksaan dengan surat keterangan sehat yang dibawa masing-masing WNA.

“Tapi tetap kita waspada dengan 14 hari masa pengawasannya. Dan sampai saat ini mereka semua sudah memasuki hari ke empat dan dalam kondisi baik-baik saja,” kata Aulianto.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr Idhar Sidi Umar menambahkan, Pemprov Maluku Utara saat ini melakukan pengawasan ketat terhadap setiap WNA yang masuk.

“Bahkan, pemerintah provinsi juga sudah menyiapkan rumah sakit regional yang ada di Kota Ternate, Bacan Halmahera Selatan, Tobelo Halmahera Utara, dan Tidore,” kata Idhar.

Ia menegaskan, sejauh ini di Maluku Utara belum ada laporan terkait warga negara maupun WNA yang ada di Maluku Utara terindikasi atau terpapar virus tersebut.

“Namun pemerintah daerah perlu berikhtiar untuk mengambil langkah sesuai arahan Menteri Dalam Negeri. Terutama soal pencegahan penyebarannya,” tambah Idhar.

Pengamatan kieraha.com, saat ini di Bandara Sultan Babullah Ternate, telah terdapat peralatan berupa thermal scanner untuk mendeteksi virus tersebut di setiap penumpang yang baru tiba melalui pintu kedatangan.

BAGIKAN