oleh

Warga Bitung Tenggelam di Perairan Kayoa Halmahera Belum Ditemukan

Operasi Tim SAR hari kedua pencarian korban hilang saat KM Punka Murni tenggelam, di perairan Pulau Siko, Kecamatan Kayoa, Halmahera Selatan, belum membuahkan hasil.

Kapal nahas yang tenggelam di perairan tersebut terjadi Minggu dinihari, 23 Februari 2020. Dalam operasi yang dipimpin Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate ini, melibatkan 2 SRU, melakukan penyisiran dan menyelam di sekitar lokasi kejadian.

“Untuk SRU 1 Team Rescue Basarnas Ternate melakukan pencarian dengan menggunakan Rubber Boat, bertugas menyisir wilayah pesisir sebelah Barat hingga Selatan. Dan SRU 2 masyarakat Pulau Siko melakukan penyisiran di wilayah pesisir sebelah Timur hingga Utara, menggunakan Longboat milik warga,” kata Kepala Basarnas Ternate, Muhammad Arafah.

Arafah menyatakan, KM Punka Murni saat tenggelam mengangkut sebanyak 10 orang, yang terdiri dari nahkoda dan anak buah kapal. Saat tenggelam, 9 orang selamat dan 1 hilang.

Penyebab kapal tenggelam

Arafah mengatakan tenggelamnya kapal nahas tersebut bermula dari mati mesin kapal. Kondisi itu menyebabkan kapal melempar jangkar di perairan timur pulau setempat.

“Namun karena gelombang arus kuat menyebabkan tali jangkar putus, sehingga kapal hanyut ke barat. Kapal lalu menabrak rep (karang panjang) dan tenggelam,” jelasnya.

Arafah menyatakan, korban hilang kapal tenggelam itu bernama Soni Rondak. Lelaki 58 tahun asal Bitung saat tenggelam, mengenakan kaos biru dan celana pendek coklat.

“Untuk 9 orang korban kapal yang berhasil menyelamatkan diri sudah dievakuasi ke Kota Ternate. Mereka selanjutnya telah kami serahkan secara resmi ke pihak owner untuk dipulangkan ke kampung halaman masing-masing di Sulawesi Utara,” sambung Arafah.

Arafah menambahkan, operasi SAR hari kedua yang dilaksanakan pada Selasa 25 Februari tersebut, masih akan dilanjutkan kembali pada Rabu 26 Februari 2020, pukul 07.00 WIT.

Irawan Lila
Author
BAGIKAN