oleh

Warga Halmahera Tidak Tahu Ada Lomba Mancing di Widi

Kesiapan pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Selatan menyambut ivent Widi International Fishing Tournament atau WIFT nampak setengah hati. Sejauh ini warga di kabupaten kepulauan itu belum mengetahui adanya lomba mancing tersebut.

“Tidak tahu. Belum sama sekali,” kata Ramli, warga Desa Babang, saat disambangi di lokasi Dermaga Biru, Kecamatan Bacan Timur, Sabtu, 25 Maret 2017.

Ramli mengaku baru mengetahui adanya rencana pelaksanaan lomba mancing yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo dari awak media kala melakukan tinjauan bersama rombongan Kementerian Koordinator dan Maritim di Widi, Sabtu.

Hal senada dikemukakan La Siani, warga kampung nelayan yang mendiami Daga Kecil atau salah satu pulau berpenghuni di kepulauan Widi.

Widi International Fishing Tournament yang direncanakan pemprov Malut berlangsung pada 25 hingga 29 Oktober itu oleh warga setempat, gamang saat ditanyai mengenai pelaksanaan lomba mancing terbesar pertama di Indonesia itu.

“Saya tara (tidak) tahu. Tara pernah dengar. Baru tahu dari ngana (anda atau wartawan),” ucap La Siani, kepada KIERAHA.com, ketika sedang membenahi jaring ikan miliknya.

Menurut pemerintah provinsi Maluku Utara, pada kegiatan lomba mancing itu akan dihadiri oleh Presiden Jokowi. La Siani saat dimintai tanggapannya, mengaku senang jika pada kegiatan berlangsung akan dihadiri Presiden RI.

“Ooh bagitu (begitu), saya baru tahu. Kalau sampe (sampai) bapak presiden datang, bagus, biar bisa lihat dari dekat kan,” ucap La Siani yang polos itu.

Pada pelaksanaan acara nantinya, kata lelaki 67 tahun itu, dirinya merasa senang karena selain melihat Presiden RI secara langsung, juga pulau yang menjadi tempatnya menaruh hidup dari hasil laut setempat, akan ramai didatangi banyak orang.

Menurut dia, selama ini pulau Widi sepi dari kunjungan wisatawan. Kadang kala terdapat beberapa turis mancanegara dan wisatawan lokal yang sedang melakukan penelitian sekaligus berkemping di lokasi Daga Kecil, kepulauan tersebut.

Bahrain Kasuba, Bupati Halmahera Selatan, membenarkan kalau pelaksanaan ivent WIFT 2017 belum dilakukan sosialisasi. Dia beralasan karena festival lomba mancing itu masih jauh waktu pelaksanaannya.

“Karena itu dalam waktu dekat baru kita sosialisasi,” kata Bahrain, ketika dikonfirmasi awak media, di atas dermaga Daga Kecil, kepulauan Widi, Sabtu malam.

Belum Ada Fasilitas

Bupati Bahrain Kasuba mengemukakan di lokasi pulau Widi belum ada satupun fasilitas yang mendukung atau menunjang pelaksanaan ivent WIFT tersebut.

Perahu nelayan warga Daga Kecil. (KIERAHA.com)

 

Sejauh ini, di lokasi kepulauan Widi, hanya terdapat satu unit MCK yang baru selesai dibangun oleh pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.

Sementara, dua unit homestay atau penginapan berukuran 2X8 yang dibangun pemprov Maluku Utara pada APBD Perubahan tahun anggaran 2015 saat ini tidak bisa ditempati.

Pengamatan KIERAHA.com, pembangunan homestay yang dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Malut itu terlihat asal jadi. Pada dinding yang terbuat dari papan rusak dan diduga tidak diskap.

Hendra Kamarullah, staf Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Selatan, membenarkan proses pembangunan homestay itu, hanya asalan saja.

“Ngoni (kalian) sendiri kan sudah lihat, asal jadi itu. Masa homestay pakai dinding papan kong tara skap. (Begitu pula) balok dan dinding papan yang dong (mereka) paku juga tara rapat. Akhirnya sekarang so (sudah) rusak. Rusak itu so lama (mungkin 2016).”

Hendra mengatakan pembangunan dua unit rumah penginapan di kepulauan Widi itu menghabiskan dana APBD Malut TA 2015 mencapai ratusan juta.

“Waktu itu bagusnya dong bangun di Daga Kecil, supaya orang berkunjung ke sana bisa tinggal dan paling tidak dirawat,” sambungnya.

Bagikan Kabar Anda

Komentar