oleh

Warga Terdampak Gempa di Pulau Rao Morotai Butuh Bantuan

Gempabumi mengguncang Kabupaten Pulau Morotai pada Minggu malam, 18 November 2017, mengakibatkan korban jiwa dan bangunan rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai menyebutkan satu orang tewas dan 294 bangunan rusak di lima desa Pulau Rao, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, Maluku Utara.

Dari ratusan bangunan yang rusak, di antaranya adalah rumah warga, pukesmas pembantu atau Pustu dan belasan gereja.

“Dampak gempa merusak bangunan di lima desa, yaitu Desa Posiposi, Leoleo Rao, Aru Burung, Lou Madoru, Saminya Mao, dan Desa Waya Bula,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/11/2017).

BACA JUGA

27 Kali Gempa Susulan Goyang Morotai

Akibat kerusakan bangunan, ada lebih dari 486 jiwa mengungsi. Mereka menghindari kerusakan bangunan yang mungkin terjadi akibat gempa susulan.

Sutopo menyebutkan, saat ini warga Morotai membutuhkan beberapa bantuan. Mereka kekurangan tenda pengungsian, speedboat untuk evakuasi korban, dan kebutuhan hidup dasar lainnya.

Kepada warga masyarakat Morotai, Sutopo mengimbau agar tidak terpancing dengan isu yang beredar. Dia mengatakan kabar yang beredar soal adanya gempa susulan berkekuatan besar dapat dipastikan hoax.

“Gempabumi tidak dapat diprediksi secara pasti. Gempa pasti terjadi tetapi kemampuan Iptek saat ini belum mampu memprediksi gempa secara pasti kapan, di mana dan berapa besar kekuatan gempa,” kata dia.

“Jika ada berita atau informasi tentang akan terjadi gempa secara pasti di suatu daerah dan disertai foto-foto fenomena alam, seperti ikan paus terdampar, tangkapan hasil ikan di laut melimpah dan lainnya, itu tidak ada kaitan dengan gempa. Itu semua hoax. Jangan disebarluaskan”

Source: Kumparan.com

Bagikan Kabar Anda

Komentar