oleh

Warga Ternate Maluku Utara Mulai Takut Berkunjung ke Luar Negeri

Kantor Imigrasi Kelas I Ternate, Maluku Utara, mencatat permohonan pembuatan paspor dua bulan terakhir menurun drastis. Ini setelah isu virus corona melebar ke Indonesia.

Kasubsi Pelayanan Dokumentasi Perjalanan Imigrasi Ternate Sahmir mengatakan penurunan penerbitan paspor ini karena dampak dari penyebaran virus corona di beberapa negara.

Menurut Sahmir, sebelum adanya isu virus corona ditemukan di beberapa negara, jumlah pemohon penerbitan paspor di Imigrasi Ternate mencapai puluhan orang per hari.

“Untuk saat ini, jumlah pemohon paspor di Imigrasi Ternate per hari hanya 5 sampai 10 orang. Itu pun sudah termasuk dengan pemohon yang ingin melakukan umroh,” kata Sahmir, begitu dikonfirmasi, di ruang kantornya, Ternate Tengah, Rabu 11 Maret 2020.

Bahkan, lanjut Sahmir, hingga saat ini belum ada warga di Maluku Utara khususnya Ternate yang melakukan permohonan pembuatan paspor dengan tujuan negara China.

“Kalau China sejauh ini belum ada. Kalau pun ada mereka sudah melakukan permohonan jauh hari sebelumnya, tapi belum melakukan keberangkatan ke China,” kata Sahmir.

“Juga karena massa berlaku paspor tersebut sampai 5 tahun,” lanjut Sahmir.

Dari beberapa negara yang dituju, kata Sahmir, sesuai dengan data pemohon pembuatan paspor dua bulan terakhir di tahun 2020 ini paling banyak menuju Malaysia.

“Bulan ini ada 10 orang. Namun paspor yang dibuatkan tersebut pun hanya untuk bersiap-siap sebelum mereka berangkat, karena saat kita tanyakan mereka, jawabnya itu belum berangkat. Mereka bikin saja sambil tunggu negara yang dituju bebas corona,” katanya.

Ia menambahkan, setiap pemohon yang akan membuat paspor di Imigrasi Ternate, petugas pelayanan selalu memberikan pemberitahuan terkait adanya virus corona yang mulai menyebar di beberapa negara. “Yang pasti kami selalu bilang ke pemohon yang membuat paspor, bahwa ada negara tertentu yang harus mereka waspadai,” sambung Sahmir.

Khaira Ir Djailani
Author
BAGIKAN