Pemkab Halmahera Selatan Ingin Gandeng Komunitas Pelestari Satwa Liar

Avatar photo
Halmahera Selatan
Asisten I Bupati Halmahera Selatan Saiful Turuy (kemeja putih) memberikan Kehati Award kepada Komunitas Salabia dalam pembukaan MKBI, di Zero Point Kota Labuha, Pulau Bacan Halmahera Selatan, Kamis, 10 Juli 2025/Apriyanto Latukau/kieraha.com

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berkeinginan menggandeng komunitas pelestarian satwa liar untuk melaksanakan program konservasi di daerah setempat.

Hal ini disampaikan oleh Asisten I Bupati Halmahera Selatan Saiful Turuy, saat membacakan sambutan Bupati ketika membuka hari Merayakan Keberagaman di Burung Indonesia atau MKBI, di Zero Point Kota Labuha, Pulau Bacan, Halmahera Selatan, Kamis malam, 10 Juli 2025.

Saiful menyatakan, kelangsungan hidup satwa liar terancam oleh beberapa hal, seperti perburuan liar dan perdagangan illegal, maupun kerusakan ekosistem. Sehingga, dia mengajak seluruh unsur, baik pemerintah dan masyarakat, dapat bersama melestarikan habitat satwa liar, khususnya burung.

“Kita harus sama-sama mendukung penegakan hukum bagi perburuan liar dan perdagangan illegal burung,” tuturnya.

Ia berharap, agar MKBI dapat meningkatkan atensi masyarakat untuk lebih memerhatikan keberadaan burung-burung dan habitatnya agar tetap terpelihara dengan baik.

Sementara, Koordinator Program Halmahera Burung Indonesia Benny Siregar mengatakan, kegiatan konservasi yang diselenggarakan oleh Burung Indonesia bergerak secara inklusif. Menurutnya, mereka tak akan bergerak sendiri, melainkan mengajak masyarakat di tingkat bawah.

Benny memaparkan ancaman kepunahan burung Paruh bengkok di Maluku Utara yang mencapai 80 persen. Ini terjadi dalam rentang tahun 1992 hingga 2019.

“Bahkan, ada spesies-spesies kecil yang terabaikan oleh kita, itu punah sebelum manusia tahu bahwa satwa atau makhluk itu ada, itu sesuatu yang sangat disayangkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, baginya, gerakan komunitas anak muda dalam misi pelestarian satwa liar menjadi penting.

“Maka gerakan-gerakan anak muda, Kompas, Halmahera Wildlife Photography, Komunitas Salabia, KPA Bokimaruru, dan lainnya adalah perintis yang saya percayakan kedepannya akan meneruskan misi konservasi satwa liar,” tutupnya.*