8 Jam Lewati Jalan Rusak, Pasien Anemia di Halmahera Meninggal di Ambulans

Avatar photo
Mobil rujukan pasien anemia saat lewati akses jalan dari Loloda menuju Rumah Sakit di Tobelo/dok warga Loloda/kieraha.com

Memprihatinkan, perjuangan salah seorang pasien anemia yang dirujuk ke rumah sakit harus meregang nyawa di dalam mobil ambulans.

Pasien berusia 68 tahun itu meninggal saat dalam perjalanan dari Loloda Utara menuju rumah sakit terdekat di Tobelo, Halmahera Utara.

Peristiwa itu terjadi karena akses jalan di wilayah setempat masih rusak parah (penuh lubang dan lumpur saat hujan deras).

“Padahal, perjalanan menuju rumah sakit ini dapat ditempuh 3 jam, namun karena ruas jalan yang rusak parah menyebabkan perjalanan yang ditempuh menjadi 8 jam,” kata Irawan, salah satu warga Loloda Utara, Kamis, 11 Desember 2025.

Ia menyatakan, pasien meninggal merupakan seorang guru SD di Desa Ngajam, Kecamatan Loloda Utara.

Hendra Karianga, Tokoh Masyarakat Loloda, meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Barat, dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, segera memperhatikan kondisi ruas jalan penghubung di wilayah setempat.

Akademisi Unkhair Ternate itu menyebutkan, peristiwa Guru SD Negeri Ngajam meninggal dalam perjalanan rujukan ke rumah sakit Tobelo adalah bukti nyata dampak buruknya infrastruktur di Loloda.

“Sejak kemerdekaan, daerah ini belum pernah ada pembangunan jalan,” katanya.

Hendra meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto agar menaruh prioritas pada pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Loloda Utara, Loloda Kepulauan, Loloda Tengah dan Loloda Selatan.

Ia menilai bahwa selama ini pemerintah di daerah hanya menempatkan kebutuhan dasar masyarakat Loloda sebagai catatan kecil dalam RKPD dan RPJMD—dokumen yang rutin disusun setiap tahun, tetapi tak kunjung menghasilkan perubahan nyata.

“Saya mewakili aspirasi masyarakat Loloda, memohon kepada Presiden agar jeritan hati masyarakat empat kecamatan ini dapat didengar,” sambungnya. *