Rehat  

Mengenal Ritual Ake Dango Tidore

Avatar photo

Prosesi Ake Dango atau dalam Bahasa Indonesia disebut Air Bambu, merupakan salah satu ritual paling sakral dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Tidore. Ritual ini melambangkan persatuan serta penghormatan terhadap leluhur dan alam.

Berikut adalah tahapan prosesi saat air bambu dibawa dari Puncak Gunung Kie Matubu menuju Kedaton Kesultanan Tidore:

Pengambilan Air

Prosesi ini dimulai dengan pengambilan air di Puncak Gunung Kie Matubu. Air diambil menggunakan ruas bambu (dango). Pengambilan ini dilakukan oleh perwakilan dari Fola Sowohi (rumah adat) yang memiliki mandat spiritual untuk mendaki gunung tersebut.

Perjalanan Turun

Setelah air diambil, rombongan pembawa Ake Dango turun dari puncak gunung. Perjalanan ini melambangkan hubungan antara “Langit” (puncak gunung sebagai tempat yang tinggi) dan “Bumi” (pemukiman warga). Sepanjang jalan, rombongan biasanya diiringi bunyi tifa dan gong yang ritmis.

Penjemputan di Kedaton

Saat memasuki area Kedaton Kesultanan Tidore, rombongan pembawa bambu disambut dengan tata cara adat. Proses yang dilakukan dengan jalan kaki ini sebagai bentuk kerendahan hati di hadapan tanah leluhur.

Penyerahan kepada Sultan

Puncak dari prosesi ini adalah penyerahan bambu berisi air kepada Sultan Tidore. Air di dalam bambu tersebut kemudian dituangkan ke dalam wadah khusus (biasanya guci keramik kuno atau tempayan). Prosesi ini disaksikan oleh para Perangkat Adat (Bobato) dan masyarakat.

Makna Filosofis Ake Dango

Ritual ini membawa pesan mendalam bagi masyarakat Tidore, yakni menyatukan air dari berbagai sumber di gunung melambangkan penyatuan berbagai klan atau marga di bawah payung Kesultanan, air sebagai sumber kehidupan yang diambil dari gunung mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan dan alam Kie Matubu, serta secara spritualitas, merupakan bentuk syukur kepada Tuhan YME atas perlindungan dan kemakmuran yang diberikan kepada tanah Tidore.

Setelah prosesi di Kedaton selesai, air tersebut biasanya digunakan dalam ritual doa bersama untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh rakyat Tidore. *