Jalan Trans Lalubi, di Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, dalam kondisi rusak parah.
Warga kecamatan setempat, yang enggan namanya disebutkan, mengatakan curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut mengubah kontur jalan menjadi kubangan lumpur yang dalam dan licin, sepanjang 1 kilo meter.
Ia menjelaskan, endapan lumpur itu nyaris tak dapat dilalui menggunakan kendaraan. Sehingga, warga terpaksa menerobosnya dengan berjalan kaki, tanpa alas kaki. Ini karena, jalur itu merupakan akses utama masyarakat Desa Sumber Makmur menuju pusat kecamatan di Maffa.
Sumber kami ini menjelaskan, buruknya akses jalan tersebut telah melumpuhkan mobilitas ekonomi warga dan pendidikan.
“Jalan ini kalau hujan sulit untuk masyarakat akses, karena berlumpur dan berlubang. Aktivitas anak-anak untuk pergi sekolah serta aktivitas ekonomi pun terhambat akibat jalan rusak ini,” ujarnya kepada kieraha.com, Rabu 3 Juni 2026.
Ia menambahkan, bagi masyarakat Desa Sumber Makmur, jalan ini adalah satu-satunya jalur mobilitas untuk berbelanja, berdagang, hingga mengangkut hasil panen untuk dijual ke pusat kecamatan di Maffa. Akibat rusaknya jalan, biaya logistik membengkak dan pendistribusian hasil pertanian warga seringkali terhambat.
Warga mendesak agar Pemda Halmahera Selatan tidak menutup mata, dan segera memperbaiki jalan tersebut.
“Kami mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan agar lebih memperhatikan kami yang berada di pelosok. Jalan ini menjadi akses utama untuk perputaran ekonomi masyarakat. Kami juga berhak mendapatkan fasilitas jalan yang layak,” tuturnya.
Warga berharap, Pemda Halmahera Selatan segera menurunkan tim teknis dan mengalokasikan anggaran perbaikan guna mencegah isolasi wilayah yang lebih parah, terutama di tengah musim penghujan saat ini. *




