oleh

Suku Tobelo Dalam Pernah Dirumahkan Tapi Kembali Lagi ke Hutan

Suku Tobelo Dalam yang mendiami Hutan Pulau Halmahera, Maluku Utara memilih hidup dengan keterbatasan di dalam hutan. Mereka lebih aman di hutan meski dari segala aspek jauh dengan kehidupan modern.

Kelompok Ohongana Manyawa atau sebutan untuk Suku Tobelo Dalam ini bertahan hidup dari berburu berbagai jenis hewan yang ada di wilayah hutan sekitar tempat mereka tinggal.

BACA JUGA

Mengapa Suku Tobelo Dalam Melarang Warga Masuk Hutan Halmahera Maluku Utara

Pernah ada pemukiman untuk Suku Tobelo Dalam yang disediakan pemerintah melalui Dinas Sosial Provinsi. Program ini dikenal sebagai Komunitas Adat Terpencil atau KAT.

“Namun tidak sedikit yang sudah dirumahkan kembali lagi masuk ke hutan,” kata Pengurus AMAN Maluku Utara, Supriyadi Sawai, ketika dihubungi, di Ternate, Sabtu, 23 Januari 2021.

Suku Tobelo Dalam yang bertahan hidup dengan tradisi nomaden sudah berlangsung turun temurun. Hutan tempat tinggalnya menyimpan sumberdaya alam yang cukup.

“Kalau kondisi hutannya bagus mereka akan bertahan di situ (membuat tempat tinggal). Kelompok Tobelo Dalam ini bertahan hidup hanya dari sungai dan berburu,” lanjutnya.

Penyebaran suku ini, kata Supriyadi, berdasarkan data AMAN Malut mencatat, ada sekitar 21 kelompok suku tersebut yang mendiami wilayah Hutan Pulau Halmahera.

“Mereka paling sering ditemukan di wilayah Hutan Halmahera Timur dan Halmahera Tengah. Dari kehidupan suku ini pun berbeda-beda. Ada yang sebagian sudah berbaur dengan orang lokal dan tinggal di pedalaman dan ada yang masih tertutup,” katanya.

Mereka yang sudah berbaur ini ada yang sudah memiliki ponsel dan bisa naik motor. Bahkan sebagiannya sudah mengenakan pakaian seperti penduduk umumnya. *

 

Bagikan Kabar Anda