Polisi Dalami Tewasnya Ponakan Mantan Ketua DPD PAN Maluku Utara di Halmahera

Ilustrasi borgol. (Abdilah/Liputan6.com)

Polres Halmahera Tengah terus mendalami para pelaku yang diduga terlibat dalam insiden pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, di Desa Lelilef Woebulen.

Korban atas nama Aditya Febrianto, salah seorang karyawan PT IWIP ini sebelum meninggal, ditemukan oleh tiga orang warga di belakang konter handphone, Jalan Dua Jari, Desa Lelilef Woebulen, Kecamatan Weda Tengah, Sabtu dinihari, 16 April 2022, sekitar pukul 03.30 WIT.

BACA JUGA Dampak Perubahan Iklim Kian Mengancam Rumah Warga di Pulau Ternate

Kasat Reskrim Polres Halmahera Tengah Iptu Taufik Saimima mengemukakan, saat ini pihak Polres setempat telah mengamankan sebanyak 16 orang yang diduga sebagai pelaku.

“Dari 16 orang diduga pelaku (kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia) ini masih kita dalami siapa-siapa yang terlibat dan perannya masing-masing,” jelas Taufik, begitu dikonfirmasi, Minggu malam.

Terduga Pelaku Masih SMP dan SMA

Taufik mengatakan, para terduga pelaku pengeroyokan ini masih diamankan dalam rangka kepentingan penyelidikan dari Anggota Satreskrim Polres Halmahera Tengah.

“Para terduga pelaku rata-rata masih di bawah umur dan masih duduk di bangku sekolah. Ada yang SMP dan SMA,” sambungnya.

BACA JUGA Luapan Banjir Saloi dan Akejira bagi Warga Trans di Halmahera Tengah

Korban Aditya menghembuskan napas terakhir di Puskesmas Lelilef. Ia meninggal setelah dibawa ke Puskesmas desa setempat oleh tiga orang warga yang menemukan korban.

Pria yang pernah menjadi Sespri Sekda Provinsi Malut ini merupakan ponakan dari Abdul Madjid Husen, mantan Ketua DPD Partai Amanat Nasional Provinsi Maluku Utara. *

Sahril Nento