Banjir bandang menggenangi 15 rumah di Desa Koli, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan pada Minggu 22 Juni 2025.
Banjir ini datang dari luapan air sungai yang membatasi Desa Koli dan Desa Bale, setelah diguyur hujan lebat sejak Sabtu pagi.
Udin Muhammad Warga Desa Koli mengatakan, banjir menggenangi rumahnya sekitar pukul 2:00 dini hari waktu setempat, dan mulai surut pada pukul 6:00 pagi.
Meskipun tak sampai menimbulkan kerugian ekonomi, namun Udin menyatakan bahwa kejadian ini membuat sebagian anggota keluarganya mengungsi.
“Terpaksa cucu ini kase pindah sabala kalao ulang (diungsikan ke rumah tetangga), dong (mereka) bermalam di lao,” ujar Udin, ketika disambangi kieraha.com di rumahnya pada Minggu sore.
Udin, yang juga ketua RT di kompleks Koli Tidore ini mengatakan, peristiwa nahas tersebut merupakan yang ketiga kalinya. Membuat warga selalu bersiaga setiap hujan deras, dan berlangsung lama.
Menurutnya, banjir kali ini tambah parah. Sebelum itu, air menggenangi setinggi 1 meter. Ini menjadi acuan Udin ketika membuat pondasi rumah, dengan menambah 20 centimeter dari tinggi banjir lalu. Namun, air bah terkini merembes masuk ke rumahnya.
“Baru sekarang ini, dia bage (banjir) sampai masuk dalam rumah,” katanya.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, lanjut Udin, dia bersama warga lainnya akan memantau perkembangan debit air sungai.
Ketika air melewati jalur sungai dan akan meluap, mereka mengabarkan kepada warga lainnya untuk segera mengamankan perabotan dan barang berharga lainnya.
Ia menambahkan, dinding sungai itu sebelumnya pernah dipasangkan bronjong. Tapi sudah terbawa oleh banjir.*






