Dalam rangka memperkuat sinergi dan keharmonisan di wilayah operasional, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), melalui Yayasan NHM Peduli menggelar kegiatan Buka Bersama di berbagai masjid dan mushola wilayah desa lingkar tambang. Kegiatan yang berlangsung sejak 23 Februari hingga 14 Maret nanti akan menyasar 39 desa di lima kecamatan.
“Agenda ini dihadiri langsung oleh Tim NHM Peduli, pemerintah desa, pengurus masjid, kelompok majelis taklim, serta ratusan jemaah dan masyarakat setempat. Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai setiap sesi pertemuan yang digelar di rumah ibadah tersebut. Beragam menu takjil saat berbuka puasa dan hidangan utama disiapkan setelah sholat magrib,” ujar Perwakilan Tim NHM Peduli, M Irwan Malaka, Senin 9 Maret 2026.
Irwan menyebutkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan aparat desa, pengurus masjid, dan masyarakat setempat yang secara antusias hadir mempersiapkan dengan penuh rasa kebersamaan.
“Melalui interaksi langsung ini, Kami ingin memperkuat hubungan agar tercipta komunikasi yang harmonis serta menumbuhkan hubungan yang saling mendukung demi terciptanya lingkungan sosial yang aman, nyaman, dan kondusif,” tambahnya.
Apresiasi datang dari pemerintah desa setempat. Hi Ayub Musa, Kepala Desa Bobaneigo yang hadir memberikan tanggapan positif atas inisiatif ini.
“Kami sangat menghargai kehadiran NHM di tengah-tengah masyarakat. Ini bukan sekedar seremoni, tapi wujud nyata kehadiran perusahaan dalam mendukung aspek spiritual dan kerukunan warga kami,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu pengurus Masjid Nurul Qhalbi Amat M Nur dari Desa Tiowor, Kecamatan Kao Teluk menyampaikan terima kasih kepada Haji Robert dan keluarga atas kepedulian mereka terhadap masyarakat lingkar tambang.
“Semoga keberkahan selalu menyertai Bapak Haji Robert dan keluarga beserta seluruh karyawan NHM,” tuturnya.
Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan aman dan penuh khidmat. “Program ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan NHM melalui Yayasan NHM Peduli dalam mengedepankan nilai-nilai sosial dan religi guna mendukung keberlangsungan hidup bermasyarakat di sekitar area tambang,” tutup Irwan. *






