Tongkang Bermuatan Ratusan Ton Ore Nikel Kandas di Perairan Ternate

Warga Khawatir Kapal Terbalik Mencemari Lingkungan Laut dan Pantai

Avatar photo
Kapal tongkang bermuatan ore nikel di depan Perairan Daulasi, Kelurahan Akehuda, Ternate, Selasa 30 Desember 2025/kieraha.com

Salah satu kapal tongkang milik perusahaan tambang nikel kandas di Perairan Ternate. Kapal tersebut mulai terlihat di depan Pantai Daulasi, Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara pada Senin siang, 29 Desember 2025, sekitar pukul 14.00 Waktu setempat.

Jarak kapal tongkang dengan bibir pantai setempat mencapai kurang lebih 50 meter. Bahkan muatan kapal yang diduga over kapasitas ini kondisinya nyaris terbalik.

Kapal yang diduga bertolak dari Pulau Gebe ini disinyalir hendak membawa muatan ore nikel menuju Morowali, Sulawesi Tengah melalui Perairan Kota Ternate, Maluku Utara.

“Pagi hari saat saya di sini kapal itu belum ada. Nanti sekitar jam 3 (sore hari) saya ke sini (jualan) terlihat sudah ada,” kata Ratih, salah satu pedagang di kawasan Pantai Daulasi.

Ratih menduga kapal tongkang tersebut kandas karena wilayah perairan setempat dangkal.

“Kemungkinan kandas karena di depan situ agak dangkal dan banyak karang,” katanya.

Sutikno, salah satu warga Akehuda, berharap keberadaan kapal yang bermuatan ore nikel ini segera dievakuasi. Ia khawatir dengan kondisi kapal yang nyaris terbalik ini dapat mengakibatkan tumpahan nikel ke laut dan pencemaran lingkungan di Perairan setempat.

“Apalagi muatan nikel yang ada dilihat tidak ditutup dengan terpal ore. Yang apabila hujan maka material di dalamnya berpotensi mengalir dan mencemari laut sekitar sini,” jelasnya.

Pengamatan kieraha.com, dari muatan ore nikel yang ada diperkirakan mencapai belasan miliar rupiah sebagaimana jumlah kapasitas kapal sebanyak kurang lebih 200 metrik ton.

“Tidak mungkin kapal dengan muatan yang bisa menghasilan uang belasan miliar rupiah ini dibiarkan begitu, kalau tidak ada masalah pasti sudah jalan ke pelabuhan tujuan,” lanjutnya.

Sampai sekarang belum ada pihak yang mengomentari perihal kapal bermuatan ore ini. Bahkan pihak KSOP Pelabuhan A Yani Ternate pun belum mengeluarkan keterangan resmi. *