Tidore  

Puluhan Penumpang Terlantar Akibat Sopir Angkot di Tidore Mogok

Penumpang terlantar di Terminal Rum Tidore. (Haidar Salasa/kieraha.com)

Sopir angkutan kota di wilayah Pulau Tidore melakukan aksi mogok kerja, pada Jumat sore, 16 September 2022. Aksi ini mengakibatkan sejumlah penumpang yang tiba dari Ternate, terlantar di Pelabuhan Speedboat Rum, Kelurahan Rum Balibunga, Kecamatan Tidore Utara.

Para sopir angkot yang melakukan aksi mogok hingga Jumat malam ini dengan tuntutan tarif angkutan umum dilakukan penyesuaian pasca kenaikan harga BBM jenis Pertamax di Tidore.

BACA JUGA Tersangka Penganiayaan terhadap Jurnalis di Tidore Resmi Ditahan

Tarif angkutan angkot yang sebelumnya Rp 18 ribu per orang dari Rum tujuan Soasio Tidore, diminta agar dilakukan penyesuaian hingga kisaran Rp 25 ribu per orang dari rute tersebut.

“Saya baru datang dari Ternate dan mau ke Soasio, tapi tidak bisa berangkat hingga saat ini karena angkot tidak beroperasi,” ucap Rahwan, salah satu penumpang, begitu disambangi, Jumat sore.

Halija, salah satu penumpang lainnya yang juga terlantar di areal Terminal Pelabuhan Rum meminta agar Pemerintah Kota Tidore segera turun menyelesaikan tuntutan sopir tersebut.

“Semoga Pemkot Tidore segera turun menyelesaikan masalah ini agar kami tidak dirugikan. Saya dari tadi sore tunggu oto (angkot) tapi sampai sekarang belum ada,” lanjut Halija.

Kieraha.com berusaha menghubungi Ketua Organda Kota Tidore Kepulauan, Amir Soleman. Namun upaya konfirmasi melalui telepon ini belum bersambut.

Haidar Salasa