Pesta minuman keras di Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, berujung tragis. Seorang warga berinisial SW ditemukan tewas di teras rumahnya pada Selasa (26/5/2026) malam. Korban diduga dibunuh oleh rekannya sendiri, DA setelah terlibat cekcok.

Peristiwa berdarah ini bermula saat korban, pelaku, dan dua rekan lainnya menggelar pesta miras sejak pukul 16.00 WIT. Menjelang malam, di bawah pengaruh alkohol, situasi mulai memanas.

Saat seorang saksi bernama IM pergi sejenak untuk mengantar rekan mereka yang lain, di teras rumah hanya tersisa korban dan DA. Namun, alangkah terkejutnya IM saat kembali, ia mendapati SW sudah tak bernyawa dengan luka parah, sementara DA telah hilang dari lokasi.

Polisi yang tiba di TKP langsung mengevakuasi jenazah korban dan mengamankan sebilah parang yang diduga digunakan DA untuk menghabisi korban.

Polres Ternate melalui tim gabungan setelah menerima laporan langsung bergerak memburu pelaku malam itu juga.

DA terdeteksi mencoba kabur menuju Bacan, Halmahera Selatan. Polisi mengepung sebuah kapal yang bersiap berangkat dan menemukan pria asal Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara ini sedang tertidur di ranjang penumpang.

Mengetahui kedatangan aparat, DA sempat mencoba kabur hingga terjadi aksi kejar-kejaran di atas kapal. Karena memberikan perlawanan yang membahayakan petugas, polisi terpaksa melepaskan tembakan terukur ke arah kaki pelaku pada Rabu (27/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIT.

Motif Pelaku

Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Bakri Syahruddin melalui Kasi Humas Ipda Sudirjo menyebutkan, motif pembunuhan dipicu oleh dendam personal. Berdasarkan pemeriksaan awal, DA nekat menghabisi korban karena emosi setelah mendapat kabar bahwa ayahnya diancam akan dibunuh oleh korban.

DA usai dilumpuhkan, sempat dilarikan ke RS Bhayangkara untuk perawatan medis sebelum akhirnya dibawa ke Mapolres Ternate guna proses hukum lebih lanjut. *