Majelis Dzikir Al Awwaliyah Topo menggelar kegiatan Dabus Akbar ke-5 Tahun 2026, di Gedung Serba Guna, Kelurahan Topo, Kota Tidore Kepulauan, Sabtu malam.
Kegiatan refleksi Majelis Dzikir Al Awwaliyah Topo ini dalam rangka meneladani perjuangan pendahulu yang menyebarkan Syiar Islam dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan iman yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda saat ini.
Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudi Ipaenin, saat mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Dabus Akbar 2026.
Ia berharap melalui lantunan zikir serta doa yang dipanjatkan dalam kegiatan ini dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
“Kami meyakini bahwa Dabus Akbar yang kelima ini akan terus menjadi kegiatan keagamaan yang mampu memperkuat ketakwaan kita kepada Allah SWT, serta berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga ukhuwah keumatan, persatuan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” sebut Rudi.
Sementara, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe dalam sambutannya, menyampaikan bahwa peningkatan pengamalan nilai-nilai agama yang terus berkembang secara dinamis menjadi indikator penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengapresiasi atas Penguatan Nilai Agama dan Budaya dalam Kegiatan Dabus Akbar ke-5 di Kelurahan Topo, karena ini juga sekaligus menjadi motivasi dalam mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan nilai spiritual dan moral. Pengamalan nilai agama harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, karena pada dasarnya kita semua adalah ciptaan Tuhan yang memiliki tanggung jawab dalam menjalankan pengabdian kepadaNya,” kata Sarbin.
Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini juga dinilai sebagai momentum strategis dalam memperkuat hubungan antara agama dan budaya, karena dalam perkembangannya, relasi yang harmonis antara keduanya telah melahirkan peradaban baru yang saling menguatkan dan menjadi fondasi dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan hubungan antara ajaran agama dan kearifan lokal sebagai titik tumbuh bersama dalam membangun kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan, dengan harapan semangat kebersamaan, nilai religius, serta harmonisasi antara agama dan budaya dapat terus terjaga dan menjadi pilar utama dalam pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Maluku Utara,” tutup Sarbin.
Kegiatan ini diakhiri dengan ratib dabus oleh para Majelis Dzikir Al Awalia dan tokoh agama serta tokoh masyarakat Kelurahan Topo. *






