TERNATE – Kepulan asap dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, Ternate Barat, memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Ternate dalam dua pekan terakhir. Kondisi kualitas udara kian memburuk akibat berbarengan dengan fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Maluku Utara.
Temuan ini dikemukakan Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, dr Haryadi Ahmad, usai meninjau lokasi TPA bersama Komisi IV DPRD Malut, tiga hari lalu.
“Dampak kebakaran TPA ini sangat nyata bagi kesehatan. Data terkonfirmasi menunjukkan pasien ISPA biasanya berkisar 35–50 orang per bulan. Namun, dua minggu terakhir angkanya melonjak signifikan hingga lebih dari 100 pasien,” kata dr Haryadi.
Sekretaris Komisi IV DPRD Malut itu memaparkan perbedaan antara asap karhutla dan asap pembakaran sampah TPA. Menurutnya, kedua jenis pembakaran tersebut menghasilkan karakteristik partikel debu dan senyawa kimia yang berbeda, sehingga tingkat racun pada saluran pernapasan pun jauh berbeda.

“Secara medis keduanya sama-sama merusak pernapasan. Namun, partikel pembakaran sampah TPA mengandung material yang jauh lebih berbahaya ketimbang karhutla. Asap TPA inilah yang mengakselerasi lonjakan kasus ISPA di Ternate,” jelas legislator Dapil III ini.
Sebagai praktisi medis, dr Haryadi menegaskan bahwa langkah mendesak yang harus dilakukan pemerintah adalah mengisolasi titik api di TPA serta memetakan dan memenuhi kebutuhan logistik kesehatan warga terdampak.
“Pemerintah daerah harus sigap memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, terutama masker berstandar medis seperti KN95. Selain aksi tanggap pemangku kepentingan yang membagikan masker di jalanan, kesadaran mandiri warga juga menjadi kunci utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kualitas udara di Ternate dan Tidore selama beberapa pekan terakhir sudah berada pada tingkat yang wajib diwaspadai serius.
“Kondisi ini harus menjadi pengingat bagi Pemda untuk terus siaga. Kami mengimbau masyarakat agar proaktif menjaga kesehatan dan membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap belum terurai,” tutur dr Haryadi.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Komisi IV DPRD Malut turut mendistribusikan bantuan masker KN95 dan logistik pendukung kepada warga serta petugas di sekitar area kebakaran TPA Buku Deru-Deru. *



