Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dalam beberapa hari terakhir berdampak serius pada aktivitas masyarakat. Hujan abu vulkanik kini mulai menyelimuti pusat kota Tobelo dan sekitarnya, memaksa pemerintah setempat untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Utara Hertje Manuel, menyatakan bahwa pemerintah mengambil langkah tersebut dengan melihat kondisi abu yang menebal telah mengakibatkan penurunan jarak pandang.
“Keputusan ini diambil sebagai respons atas meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Dukono. Seluruh satuan pendidikan yang terdampak untuk sementara menangguhkan proses belajar mengajar,” jelas Hertje pada Jumat pagi waktu setempat.
Kebijakan libur sekolah ini berlaku untuk jenjang pendidikan TK, SD, hingga SMP di tiga wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Tobelo, Tobelo Utara, dan Kecamatan Tobelo Tengah. Pemberlakuan ini dimulai sejak Jumat, 17 April 2026.
“Pemerintah akan melakukan evaluasi berkala untuk menentukan kapan siswa dapat kembali ke sekolah, tergantung pada perkembangan aktivitas vulkanik dan kondisi udara di lapangan,” lanjut Hertje.
Hingga saat ini, Gunung Dukono terpantau masih aktif mengeluarkan semburan abu yang mengarah ke permukiman warga. Paparan abu tersebut akan berisiko bagi kesehatan pernapasan.
Pemda Halmahera Utara mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, dan tetap waspada terhadap informasi resmi dari pihak berwenang terkait status Gunung Dukono. *






