Polres Ternate mulai mendalami penyebab kebakaran yang menghanguskan gedung SMA Negeri 7 Kota Ternate di Kelurahan Takofi, Kecamatan Pulau Moti. Insiden tersebut terjadi pada Senin malam, 4 Mei 2026, sekitar pukul 23.00 WIT.

Kasi Humas Polres Ternate Ipda Sudirjo, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah awal dengan mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi.

“Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Kami telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan membuat laporan resmi,” ujar Sudirjo, Selasa 5 Mei 2026.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat oleh warga sekitar pukul 22.40 WIT. Yusuf Gani (51), warga setempat, mengaku melihat cahaya api yang berasal dari salah satu ruangan sekolah.

“Saat saya mendekat, api sudah membesar. Saya langsung berteriak meminta bantuan warga untuk memadamkan kobaran api,” ungkap Yusuf.

Rukyah Taher, Kepala Sekolah SMAN 7 Ternate, menambahkan bahwa ia menerima laporan warga sekitar pukul 22.30 WIT. Setibanya di lokasi, api sudah menjalar ke beberapa titik vital, termasuk Ruang Guru, Ruang Kepala Sekolah, dan Ruang Bendahara.

Kendala Pemadaman

Upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat menggunakan peralatan seadanya sejak pukul 23.40 WIT. Namun, api dengan cepat meluas karena tidak adanya armada mobil pemadam kebakaran di wilayah Pulau Moti.

Api baru berhasil dipadamkan total pada Selasa dini hari, sekitar pukul 01.30 WIT. Akibatnya, sebagian besar bangunan utama sekolah hangus tak bersisa.

Meski menghanguskan fasilitas sekolah dan ruang administrasi, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” tutup Ipda Sudirjo. *