Harapan Menko Luhut untuk Halmahera Selatan

Avatar photo

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berharap Halmahera Selatan dapat menggenjot pariwisata sebagai bisnis utama meningkatkan pendapatan asli daerah.

Luhut mengatakan daerah itu memiliki potensi sumber daya alam yang mumpuni. Keindahan alam di kabupaten kepulauan itu luar biasa, sehingga sangat baik dikembangkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia.

“Kini pariwisata Indonesia sudah menjadi primadona. Pendapatan devisa negara sudah sangat besar dari pariwisata, dan negara kita sangat kaya untuk sumber daya alam dan keindahan alam, salah satunya Halmahera Selatan ini punya potensi bahari yang luar biasa,” ucap Luhut Rabu 25 Oktober 2017.

BACA JUGA

Musik Togal dan Cakalele Sambut Kedatangan Menko Luhut di Bacan

Luhut mengatakan keindahan alam yang dimiliki Halmahera Selatan sudah harus dijaga. Dirawat kelestarian lingkungannya dan keanekaragaman hayati yang ada.

“Ini saya kira penting, di sini saya lihat ada pabrik smelter nikel, untuk itu sudah saya sampaikan kepada gubernur Maluku Utara untuk segera memeriksa PHnya, sehingga limbah itu tidak merusak pada masa-masa yang akan datang,” kata dia.

https://www.youtube.com/watch?v=wM6Y4GDRds8

“(Apalagi) limbah-limbah B3 itu bisa meracuni ikan, dan jika ikan itu kita makan maka bisa merusak kesehatan termasuk plastik-plastik yang bisa berubah menjadi mikro plastik dan mikro plastik itu jika dimakan oleh kita, terutama oleh ibu hamil maka itu akan menjadi masalah.”

Luhut mengemukakan, potensi kekayaan daerah setempat beragam, sehingga izin eksplorasi di Maluku Utara yang dikeluarkan harus diatur dengan baik.

“Yang terpenting siapa pun yang datang berinvestasi di sini harus kita yang atur, biar mendapat hidup yang bagus dan membawa manajemen yang baik,” sambungnya.

“Untuk itu kita harus bangga menjadi rakyat Indonesia, karena Indonesia itu hebat dan kaya. Ini bukan pernyataan saya sebagai Menko, tetapi merupakan pernyataan-pernyataan dari orang asing ketika saya hadir sebagai pembicara di Washington.”