Operasi SAR hari kedua terhadap tiga pendaki yang dilaporkan hilang saat erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara, terus diintensifkan. Pada pencarian Sabtu, 9 Mei 2026, tim SAR dari Satuan Brimob Polda Maluku Utara mengerahkan unit drone untuk memantau keberadaan korban dari udara.

Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Utara Kombes Pol Handri Wira Suriyana, menyebutkan bahwa personelnya saat ini masih bersiaga di Posko SAR Terpadu yang berlokasi di Desa Mamuya, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.

“Tim drone dikerahkan untuk memperluas jangkauan pemantauan udara. Harapannya, kami bisa segera menemukan titik lokasi ketiga pendaki yang masih hilang tersebut,” ujar Dansat saat dikonfirmasi, Sabtu siang.

Selain unit drone yang dioperasikan oleh 6 personel khusus, Brimob juga menerjunkan 30 personel pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk menyisir medan secara langsung bersama tim gabungan lainnya.

“Kami berkomitmen mengoptimalkan proses pencarian ini. Harapan kami, seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat,” tambahnya.

Sejak operasi dimulai pada hari pertama, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi 17 pendaki dari puncak Gunung Dukono, yang terdiri dari Warga Negara Asing (WNA) dan warga lokal.

Saat ini, fokus pencarian tertuju pada tiga orang pendaki, yaitu Heng Wen Qiang Timothy (WNA 30 tahun), Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (WNA 27 tahun), dan Enjel (WNI).

Berdasarkan laporan awal yang diterima, dua dari tiga pendaki tersebut diduga telah meninggal dunia, sementara satu korban lainnya atas nama Enjel dinyatakan hilang. Tim SAR masih terus berupaya melakukan verifikasi kondisi korban di lapangan. *