2 Bayi dan 178 Orang Berhasil Selamat dalam Kecelakaan Kapal Laut di Sula Maluku Utara

  • Bagikan
Proses evakuasi korban KM Simba. (Dok SAR/Kieraha.com)

Tim SAR Gabungan diterjunkan mengevakuasi korban kapal penumpang patah kemudi yang terjadi di Perairan Lifmatola, Pulau Mangoli, Kepulauan Sula, Rabu kemarin, 8 September.

Tercatat sebanyak 180 orang penumpang kapal KM Simba 1 ini yang sudah berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Kamis 9 September 2021.

BACA JUGA Potensi Mangrove sebagai bahan Pengobatan Tradisional di Tidore Kepulauan

Kapal dari Sanana tujuan Ternate ini membawa 293 orang, mengalami patah kemudi di laut saat dalam perjalanan.

Muhamad Arafah, Kepala Basarnas Ternate menyatakan, evakuasi korban kecelakaan kapal KM Simba 1 menggunakan kapal KM Barcelona. Akan tetapi saat evakuasi, kapal ini merapat ke kapal KM Simba 1 tidak bisa dilakukan karena gelombang tinggi mencapai sekitar 2 meter.

“Sehingga evakuasi ini dilakukan dengan menggunakan liferaft (perahu karet) dan berhasil (memindahkan) sebanyak 180 penumpang ke KM Barcelona dan selanjutnya dibawa ke Sanana dalam keadaan selamat,” katanya, Kamis pagi WIT.

Sisanya yang masih berada di kapal KM Simba berjumlah 113 orang. Ini terdiri dari 100 penumpang (77 laki-laki dan 23 perempuan), serta 13 ABK.

BACA JUGA Waspada Hujan Sedang dan Lebat Melanda Maluku Utara 3 Hari Kedepan

Arafah menambahkan, proses evakuasi sisa penumpang dan kapal Simba 1 akan dilakukan menggunakan KM Permata Obi. Posisi kapal tersebut saat ini masih dalam pemantauan.

“Khusus penumpang yang sudah dievakuasi menggunakan KM Barcelona telah sandar di Pelabuhan Sanana membawa 180 penumpang dalam keadaan selamat, selanjutnya sudah diserahkan ke pihak keluarga masing-masing,” sambungnya.

Dalam peristiwa kecelakaan ini terdapat sebanyak 2 bayi berusia 3 bulan dan 6 bulan. Juga tercatat sebanyak 15 anak-anak di bawah usia 14 tahun.

Daftar penumpang yang sudah dievakuasi. (Basarnas Ternate)
  • Bagikan