PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor pertambangan. Melalui kolaborasi dengan Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia Student Chapter Universitas Negeri Gorontalo (MGEI-SC UNG), NHM menggelar webinar bertajuk “Peran Geokimia dari Tahap Eksplorasi hingga Ekstraksi – Perilaku Unsur dan Hubungan Geokimia dalam Sistem Epitermal Emas Sulfidasi Rendah” secara daring pada Rabu (29/7/2026).
Sebagai bagian dari upaya berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis industri, NHM menghadirkan Superintendent Geology Production, Dharma Irwanda, sebagai pembicara utama.
Dalam pemaparannya, Dharma menjelaskan bahwa geokimia memiliki peran strategis di seluruh tahapan pertambangan—mulai dari eksplorasi awal, karakterisasi bijih, hingga proses ekstraksi. Ia menekankan pentingnya validasi data melalui Quality Assurance/Quality Control (QA/QC), pemanfaatan analisis data modern, serta pendekatan multidisiplin untuk menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih akurat.
Menurut Dharma, tantangan eksplorasi emas saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, optimasi pemanfaatan data geokimia menjadi kunci utama dalam menemukan zona mineralisasi baru sekaligus meningkatkan efisiensi pengolahan bijih.
“Sinergi antara pemahaman geologi dasar, validitas data melalui QA/QC, dan pemanfaatan alat analitik modern merupakan kunci utama untuk meningkatkan efisiensi pertambangan emas saat ini. Ke depan, saya berharap penerapan ilmu geokimia di industri pertambangan Indonesia dapat terintegrasi secara menyeluruh dari tahap eksplorasi hingga ekstraksi. Pembelajaran dari studi kasus komprehensif, seperti Endapan Gosowong di Halmahera, diharapkan dapat mendorong penemuan endapan emas baru di Indonesia sekaligus mengoptimalkan efisiensi proses ekstraksinya,” ujar Dharma.
Melalui kerja sama dengan MGEI-SC UNG ini, NHM terus memperkuat perannya dalam menjembatani dunia industri dan akademisi. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk mendorong transfer pengetahuan, meningkatkan kapasitas generasi muda di bidang geosains, serta mencetak SDM yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri pertambangan masa depan. *



