PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui Departemen NHM Peduli mempertegas komitmen sosialnya dengan meluncurkan Tahap Kedua Program Penanganan Stunting di wilayah lingkar tambang. Program kolaborasi strategis bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini digulirkan untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Halmahera Utara.
Rangkaian kegiatan tahap kedua ini berlangsung secara maraton pada 7–11 Juli 2026 di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Malifut (7 Juli), Kecamatan Kao Teluk (8 Juli), Kecamatan Kao Utara (9 Juli), Kecamatan Kao (10 Juli 2026), dan Kecamatan Kao Barat (11 Juli). Kegiatan ini merupakan keberlanjutan dari intervensi tahap pertama yang diinisiasi sejak 23 April 2026.
Guna memastikan keberhasilan program, NHM Peduli menyediakan dukungan logistik, alat ukur berstandar medis, serta asupan nutrisi tambahan untuk mengatasi keterbatasan pasokan lokal. Fokus intervensi meliputi pemberian makanan pendamping bergizi berbasis bahan lokal dan susu formula yang disesuaikan dengan kriteria usia anak.
Selain distribusi logistik, program ini mengedepankan edukasi gizi bagi orang tua serta pengawasan ketat di lapangan agar bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat penerima manfaat. Firginita Manganguwi, warga Desa Samsuma, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pendampingan gizi untuk sang anak, Nurfala Arafat.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Haji Robert dan NHM Peduli atas bantuan makanan tambahannya. Bantuan ini sangat membantu memenuhi gizi harian anak kami. Kami berharap program ini dapat terus berjalan lancar dan berlanjut,” ujar Firginita.
Danramil 1508-03/Kao, Kapten Inf Frans Rishard Komea, menegaskan bahwa keterlibatan TNI bukan sekadar pengawalan formal, melainkan aksi nyata para personel Babinsa di lapangan.
“Kami menerjunkan personel Babinsa langsung ke titik-titik pemukiman dengan balita stunting untuk berkolaborasi dengan tim NHM Peduli. Sinergi ini memastikan distribusi makanan tambahan dan susu formula terlaksana secara efektif dan tepat sasaran,” jelas Kapten Inf Frans.
Dampak Positif dan Keberlanjutan Program
Penanggung Jawab Program Stunting, Munir Radjabessy, menyampaikan bahwa kolaborasi antara perusahaan, TNI, dan kader Posyandu telah membuahkan dampak positif yang signifikan. Hasil evaluasi 30 hari pasca-tahap awal mencatat adanya peningkatan berat dan tinggi badan anak secara konsisten.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kontinuitas pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui inisiatif ini, NHM berkomitmen mencetak generasi yang lebih sehat dan kuat di Halmahera Utara, sekaligus membuktikan bahwa keberadaan industri pertambangan dapat berjalan selaras dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat lokal. *




